KADIN Nunukan Salurkan Bantuan ke Wilayah Terisolir yang Terdampak Bencana di Sulteng

Relawan dari Kadin Nunukan mengemas bantuan dari Masyarakat Nunukan berupa bahan makanan, pakaian dan obat-obatan untuk disalurkan ke wilayah terisolir yang terdampak bencana di Sulteng (Edy Santry)

Adanya wilayah terisolir yang terdampak bencana di Sulteng, yang sampai saat ini masih belum terjangkau bantuan, menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk salah satunya dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kabupaten Nunukan.

KADIN Nunukan, sebagai salah satu pihak penyalur bantuan dari Masyarakat Nunukan untuk para Korban di Sulawesi Tengah, harus melakukan langkah-langkah ksusus agar bantuan benar-benar sampai ke pihak yang membutuhkan, seperti korban bencana yang ada di wilayah yang sulit terjangkau. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Kadin Nunukan, Irsan Humokor.

“Salah satunya adalah dengan terlebih dulu kami turunkan Relawan ke Sulteng supaya mendata lokasi-lokasi yang saat ini belum terjangkau,” ungkap Irsan Humokor di Nunukan, Minggu (7/10/2018).

Dengan cara tersebut menurut pria yang akrab dipanggil Icang tersebut, akan terdata jumlah dan tempat yang perlu segera mendapat bantuan maupun evakuasi. Karena apabila hanya bantuan dikirim tanpa adanya pendampingan, ungkap Icang, maka bahan-bahan bantuan itu hanya akan terkumpul di Palu sementara diwilayah lain yang membutuhkan tak tersentuh.

Terkait langkah tersebut, KADIN Nunukan bersinergi dengan TNI-Polri, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Jaringan Arsitek Indonesia (JARI), hingga Kelompok Relawan lainya. Tujuannya agar bantuan dari Nunukan yang terkumpul di Posko Utama, akan segera dapat didistribusikan ke wilayah – wilayah yang terisolir.

“Untuk Bantuan dari Nunukan, kita kumpulkan di Pesantren Al Khairat. Dari situ kita nanti akan salurkan ke daerah-daerah terisolir dengan dikawal TNI-Polri dan Relawal lainya,” papar Icang

Selain bantuan berupa bahan makanan dan pakaian, KADIN Nunukan juga membantu kepulangan para korban bencana asal Nunukan di Sulawesi Tengah. Diketahui, sedikitnya 78 orang yang berasal dari Kalimantan Utara pada Sabtu (6/10/2018) telah diberangkatkan dari Palu menuju Balikpapan. Dari Balikpapan, para korban akan diterbangkan menuju Tarakan dan dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama dari Balikpapan ke Tarakan menggunakan pesawat Sriwijaya Air pukul 18.20 Wita berjumlah 67 Orang. Sedangkan Kelompok kedua akan berangkat pada hari Senin pagi tanggal 8 Oktober 2018 menggunakan pesawat Batik Air berjumlah 11 Orang.

Adapun rincian dari daerah asal dari para korban sebagai berikut:
– Kabupaten Nunukan 59 Orang
– Kota Tarakan 7 Orang
– Kabupaten Bulungan 9 Orang
– Kabupaten Tana Tidung 1 Orang
– Kabupaten Malinau 1 Orang
– Pendamping Biro kesra provinsi Kalimantan Utara 1 Orang.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR