Kalau Mahathir Mohammad Betemu Amien Rais

Tri Agus S Siswowiharjo, akrab dipanggil TASS, penulis, penyuka humor dan dosen di STPMD/APMD Yogyakarta

Akhirnya Ketua Dewan Penasehat Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyatakan diri siap menjadi calon presiden pada 2019. Salah satu yang membuat dirinya mantap adalah kemenangan Mahathir Mohammad (92) kembali menjadi Perdana Menteri Malaysia. Karena itu Amien Rais merasa perlu menemui Dr. M di Putera Jaya, Malaysia. Dengan harapan belajar langsung dari politisi sepuh itu. Amien Rais mendadak menjadi merasa muda jika dibandingkan dengan Dr. M.

Pemerintahan baru Malaysia yang menginspirasi Amien Rais lahir dari koalisi partai oposisi yang memenangi pemilihan raya 9 Mei 2018. Mengapa Dr. M melalui partai barunya membentuk koalisi Pekatan Harapan dengan mengajak Partai Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Anwar Ibrahim mantan Wakil PM yang pernah menjadi musuhnya. Tak lain mereka bersatu untuk mengalahkan Najib Razak dengan Barisan Nasionalnya. Bagi Dr. M, Najib harus dikalahkan karena dirinya melakukan korupsi dari sebuah proyek yang dulu diinisiasinya 1MDR. Sementara bagi PKR dan partai koalisi lainnya dalam Pekatan Harapan, kekuasaan Barisan Nasional harus diakhiri agar reformasi yang dicanangkan sejak 1998 lalu harus segera terwujud.

Dari Jakarta Amien Rais menuju Kuala Lumpur dengan pesawat komersil berslogan “Now Everyone Can Fly”. Dalam benak politisi senior ini dirinya akan mendapatkan wejangan dan strategi bernas dari Dr. M. Karena itu, Begitu mendarat di negeri jiran mantan Ketua MPR itu secara iseng melakukan survei kecil-kecilan. Ia bertanya kepada dua warga Malaysia di Bandara KL.

Orang pertama bernama Abdul. Ia ditanya tentang bagaimana Indonesia saat ini. “Saya iri dengan kemajuan Indonesia yang sangat pesat saat ini ketika dipimpin Jokowi. Dia juga merupakan sosok yang humble (rendah hati) dan sangat dipuji warga negara lain,” ujar Abdul.

Amien Rais sebenarnya cukup kaget dengan jawaban Abdul. Lalu ia bertanya kepada orang kedua. Mazlan namanya. Apa jawaban Mazlan ?Mazlan rmengaku selalu menonton vlog yang dibuat Jokowi dan diunggah ke akun Youtube-nya.

“Menarik sekali ada presiden yang seperti itu. Merangkul rakyat dan tidak melupakan rakyat, juga mau berbagi kegiatannya dengan rakyat,” beber dia.

Demi mendengar dua warga Malaysia itu Amien Rais akan mengurungkan rencananya bertemu Dr. M di kantornya di Putera Jaya, sekitar 30 menit dari KL. Tetapi karena kadung berada di Malaysia dan Dr, M sudah bersedia menerima. Niat bertemu Dr. M diteruskan.

“Saya sebagai politisi yang lebih muda dari Mr Mahathir ingin berguru bagaimana bisa come back dan menang. Saya ingin seperti Tun M,” kata Amien Rais terus terang.

Dengan santai dan penuh kejujuran Dr. M bercerita dan menilai situasi di Indonesia saat ini. “Saat saya bertemu Megawati pada 14 April 2014 saya juga bertemu Joko Widodo (saat itu Gubernur DKI Jakarta). Saya mendoakan calon presiden dari PDI Perjuangan Jokowi menjadi presiden RI selanjutnya. Saya doakan Bapak Jokowi menjadi presiden berikutnya,” kata Mahathir mengawali ceritanya. Dan Amien Rais mulai panas mendengar jawaban Dr. M.

Kepala pemerintahan tertua di dunia itu kemudian melanjutkan cerita dan analisisnya tentang politik Indonesia. Sementara Amien Rais masih berharap mendapat jawaban strategi kemenangan Dr. M dalam pemilu lalu.

“Saya ketahui bahwa sekarang ini di bawah pemerintah Presiden Joko Widodo, Indonesia untuk pertama kalinya lebih maju dari pada Malaysia dari segi pertumbuhan ekonomi dan keuangan. Lebih baik dari pada Malaysia ini disebabkan oleh Pemerintahan Joko Widodo yang paham akan pertumbuhan ekonomi. Indonesia bukan negara yang mudah untuk diurus karena Indonesia mempunyai kira-kira 17.000 pulau dan komunikasi antar pulau susah,” jelas Dr. M.

Mahathir juga mengungkapkan kinerja Jokowi yang menurutnya suatu keberhasilan yang besar. Mahathir membandingan antara pemerintahan Jokowi dengan Soeharto.

“Presiden Joko Widodo sudah berhasil dan itu merupakan keberhasilan yang besar. Presiden Joko Widodo berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya. Di masa Presiden Soeharto dulu Indonesia maju, tetapi pemerintahan Presiden Soeharto di akhir pemerintahannya mengalami krisis ekonomi, sehingga banyak massalah,” ujar Mahathir.

Tentu saja Mahathir tidak naif. Sebelum bertemu politisi Indonesia itu, ia langsung bertanya kepada mbah Google macam mana pak cik Amien Rais ini. Jawaban mbah Google amat lengkap. Dari sepak terjang pada 1998 saat reformasi, kegagalan nyapres pada 2004, sampai dendam kesumat tidak jelas terhadap Presiden Jokowi. Dr. M juga tahu hubungan antara profesor rasa provokator itu dengan buronan yang kini menetap di Arab Saudi, Habib Rizieq. Dr. M juga tak setuju Amien Rais menyamakan keadaan Malaysia era Najib Razak dengan Indonesia era Jokowi. Jelas beda, Najib korupsi sementara Jokowi anti-korupsi.

Selain itu, Dr. M juga agak tersinggung Amien Rais menyamakan dengan dirinya. Maaf ya, biar saya tua tetapi punya pengalaman 22 tahun menjadi PM Malaysia. Lha Amien Rais apa prestasinya?

Amien Rais sangat kecewa atas jawaban Dr. M yang tak sesuai harapannya. Ia kembali ke Jakarta dengan tangan hampa, tetapi tetap tak tergoyahkan untuk nyapres lagi pada 2019. Amien Rais merasa lebih muda dari Mahathir Mohamad, karena itu peluang menangnya jauh lebih besar. Amien Rais tak peduli apa yang disampaikan Dr. M. Ia sudah bertekad akan nyapres dengan koalisi keumatan (PAN, Gerindra, PKS dan PBB) dan didukung doa 7 juta umat Islam Indonesia. Pasti Tuhan akan malu jika tak mengabulkan doa umat yang menginginkan #2019GantiPresiden.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR