Kali Surabaya Tercemar, Ikan Tawes Jadi Banci

Warga yang tinggal di sepanjang Kali Surabaya sedang mencari ikan mati massal akibat limbah perusahaan pada Minggu, 4 September 2016

Surabaya – Istilah banci yang seringkali melekat kepada manusia yaitu lakuran antara pria dan wanita. Kini istilah itu ternyata juga melekat kepada ekosistem di Kali Surabaya.

Salah satunya jenis ikan tawes atau Barbony Musgonionotus yang ditemukan di sepanjang Kali Surabaya oleh pegiat lingkungan dari Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).

Uniknya, kata Direktur Ecoton Prigi Arisandi, bukan faktor alam yang membuat ikan menjadi banci. “Ikan itu menjadi banci akibat pencemaran limbah pabrik sejak dua belas tahun terkhir ini,“ ungkap Prigi, Selasa (27/9/2016).

Dia melanjutkan, penyebab dari ikan tawes menjadi banci karena adanya senyawa perusak hormon (SPH) atau endocrine disruptor chemical (EDC).

“Senyawa perusak hormon itu pertama kita  temukan 2006. Senyawa ini berasal dari limbah industry pengolahan plastik, tekstil, cat, dasbor mobil, obat, dan lain-lain,“ jelas Prigi.

Prigi lalu menyebutkan, produk-produk tersebut memang selama ini diproduksi oleh perusahan yang berdiri di sepanjang Kali Surabaya. Seperti di Rungkut, Tandes, Ngagel, kawasan industri di Karangpilang, dan Driyorejo.

Berdasarkan data yang dia miliki, ada 600 perusahaan tersebar di sepanjang Sungai Brantas yang airnya mengalir ke Kali Surabaya.

“Tetapi hanya 60 yang memiliki tingkat standar sistem pengolahan limbah. Mereka membuang limbah itu ke Kali Surabaya. Akibatnya ya ini, ekosistem di sungai ini rusak,“ ujar Prigi.

Prigi lalu menceritakan pada tahun 2013, Jerome Couteau, peneliti dari University of Le Havre, Toxem, Perancis pernah melakukan penelitian, bahwa akibat pencemaran kondisi air di Kali Surabaya ditemukan 20 persen ikan tawes ternyata sudah mengalami interseks alias menjadi banci.

Menurut Prigi, bila dibandingkan dengan Eropa, Amerika atau negara Asia lainnya, konsentrasi SPH di Kali Surabayaini jauhlebih tinggi. PDAM Kota Surabaya 98 persen sumber airnya berasal dari sungai ini.

“Konsentrasi yang sebanding dapat juga berdampak serupapa pada manusia bila terpapar atau terkontaminasi SPH,”ucap Prigi.

Melihat kondisi demikian, Prigi meminta walikota Surabaya segera menginisiasi pemulihan Kali Surabaya. Caranya dengan menggandeng kepala daerah Gresik, Mojokerto, danSidoarjo untuk menyusun roadmap pemulihan.

“Karena selain pencemaran dari industri-industri yang ada di Surabaya sendiri, industri-industri di tiga kabupaten ini juga turut andil dalam pencemaran Kali Surabaya, “ pungkasPrigi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR