Kalimantan Utara Siaga Satu, 2000 Prajurit TNI AL dan 5 KRI Disiagakan

Danlantamal XIII Tarakan Laksamana Pertama TNI AL Ferial Fachroni didampingi Dalanal Nunukan Let Kol Laut (P) Ari Ayono disela-sela mengontrol Prajuril TNI AL di Nunukan, Sabtu (10/6/2017)

Provinsi Kalimantan Utara yang sebagian wilayahnya seperti Nunukan adalah zona depan karena berbatasan langsung dengan negara tetangga (Sabah-Malaysia), tentu merupakan daerah vital basis pertahanan Indonesia.

Apalagi pasca terjadinya operasi Militer yang dilakukan oleh Pemerintah Filipina dalam rangka mengambil alih Kota Marawi dari tangan Kelompok Maute (Militan yang berafiliasi dengan ISIS) di kota tersebut, tentu keberadaan wilayah perbatasan khususnya Nunukan tidak bisa dianggap sepele mengingat wilayah tersebut adalah wilayah yang paling berpotensi menjadi pintu masuk dan keluar para Militan pro ISIS tersebut.

Terkait dengan kondisi di Kota Marawi yang sampai saat ini masih menjadi ajang perang senjata antara pihak Militer dan Militan Maute, Komandan Pangkalan Utama TNI AL  XIII Tarakan ( Danlantamal ) Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni menyatakan bahwa Kalimantan Utara berstatus Siaga Satu.

“Kalau darurat ISIS kita belum, tapi kita tahap siaga satu. Kita minta semua unsur TNI,baik AD ataupun AL juga semua lapisan masyarakat untuk bersama sama menangkal masuknya kelompok yang berpotensi merongrong RI seperti peristiwa Piliphina ,” tutur Feri saat mengontrol kesiapan prajurit Lanal,di Nunukan, Sabtu (10/9/2017).

Untuk mengantisipasi keluar masuk nya pihak-pihak yang disinyalir berpotensi mengancam kedaulatan NKRI,lanjut Feri, Panglima TNI telah mengaktifkan gugus tempur laut dalam operasi Ambalat. Dan sebagai keseriuasan dari aktifnya gugus tempur di zona tersebut, TNI AL akan mengerahkan 5 Kapal Republik Indonesia (KRI) yang  disiagakan di perairan Kalimantan Utara.

“Sebanyak lima Kapal Republik Indonesia telah ditugaskan untuk mengamankan Kalimantan Utara dari segala ancaman keamanan termasuk potensi masuknya paham pro ISIS,” ungkap Feri.

Feri menjelaskan , kelima KRI yang ditugaskan adalah , 1. KRI RCG beroperasi diperairan Tarakan. KRI SDT diperairan Karang Unarang.KRI KDA sandar di Tarakan.KRI TSR Lego Jangkar diperairan Tarakan. KRI PRP Layar diperairan Nunukan disamping  Pesud P-861 Round yang ada di Tarakan.

Selain menyiagakan KRI,TNI AL juga menambah kekuatan personil dengan penambahan 2.000 Prajurit  untuk menutup seluruh jalur rawan guna mengantisipasi masuknya kelompok radikal terutama pelarian separatis Maute Piliphina.di Kaltara.

“Seluruh perbatasan kini dipenuhi penjagaan TNI, semua jalur rawan perbatasan baik sisi laut oleh KRI ataupun darat, semua dalam penjagaan ketat untuk menjamin tertutupnya lubang menganga bagi pelarian jaringan terorisme,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR