Kantor Imigrasi Data Imigran Irak dan Afghanistan

BOGOR – Untuk ciptakan rasa nyaman di kawasan wisata, Kantor Imigrasi Bogor razia ratusan imigran asal Irak dan Afghanistan di Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor.

“Operasi ini ditujukan para pencari suaka dan pengungsi ke Indonesia terutama di kawasan Puncak, Bogor,” kata Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Herman Lukman kepada indeksberita.com, baru-baru ini.    

Pendataan tersebut dilakukan berkaitan dengan Hari Bhakti Kementerian tentang operasi penegak hukum.

“Jumlah imigran yang tinggal di kawasan Puncak, dari data 2015 sebanyak 1.559 dari negara Afganistan dan Irak. Untuk tahun ini, belum diketahui kepastian jumlahnya,” tukasnya.

Setelah dilakukan pendataan, setiap imigran diberi buku panduan yang isinya tentang identitas imigran tersebut.

“Jika pendataan ini ditemukan imigran gelap yang tidak dilengkapi dokumen, kami tetap akan memprosesnya,” katanya.  

Pada bagian lain, warga kawasan Puncak, Bogor banyak mengeluhkan imigran gelap asal Timur Tengah. Imigran yang disebut warga berpenampilan ala turis itu kerap membuat kecemburuan saat menyewa vila atau rumah warga.

“Warga yang rumahnya tidak disewa, sering cemburu. Selain itu, gaya hidup mereka yang tidak mengenal sopan santun dengan berteriak-teriak saat malam dan sering menganggu wanita setempat membuat kami tidak nyaman,” ujar Ahmad Faisal, warga Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, para imigran ini kebanyakan dari Irak, Sudan, Pakistan, Afganistan, Palestina, Srilangka.

 

“Mereka para imigran ini tersebar di beberapa desa di antaranya, Desa Megamendung, Desa Cipayung Girang, Desa Kopo, Batulayang, Cibeureum,  Tugu Utara, Tugu Selatan, Citeko dan Leuwimalang. Yang terbanyak bertempat tinggal di Desa Batulayang,” tuntasnya. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR