Kantor SAR Medan Miliki Helikopter Dauphin

Kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono. Foto: Indeks/ SHAH

Memperkuat sarana alat utama pencarian dan pertolongan Badan Save And Rescue, Kantor SAR Medan yang bertugas di wilayah Sumatera Utara mendapat satu unit helikopter Dauphin, helikopter modern produksi Prancis. Helikopter tersebut akan tiba di Lanud Soewondo, 23 Juli 2019 dan selanjutnya akan diserahkan Kepala Basarnas kepada Kantor SAR Medan.

Kepala Kantor SAR Medan Toto Mulyono mengatakan, secara resmi sebutan Kantor SAR telah berubah nama menjadi Kantor Pencarian dan Pertolongan atau KPP. Seiring perubahan nama tersebut, ujar Toto, tanggung jawab KPP Medan menjadi lebih berat.

“Karena itu Kantor SAR Medan dan empat Pos SAR di Tanjung Balai, Sibolga, Parapat dan Nias membutuhkan peralatan modern dan penambahan jumlah personil.” kata Toto kepada wartawan, Jumat 19 Juli 2019.

Idealnya, kata Toto, tiap Pos SAR memiliki enam tim yang masing – masing beranggotakan 12 personil. Namun saat ini tiap Pos SAR dibawah Kantor SAR Medan hanya memiliki 10 personil dan diantaranya sebagai tenaga rescuer.

Sedangkan peralatan modern, ujar Toto, Kantor SAR Medan memiliki peralatan modern darat dan kapal laut yang bersandar di Pos SAR Tanjung Balai, Belawan, Sibolga dan Parapat. Dalam waktu dekat, ujar Toto, Pos SAR di Nias akan berstatus Kantor SAR tipe B dan memiliki peralatan dan kantor yang terpisah dari Kantor SAR Medan.

“Adapun Pos SAR di Parapat yang bertugas diwilayah perairan Danau Toba diperkuat dengan satu unit kapal bertenaga 250 x 2 tenaga kuda akan mengawasi 300 an kapal penyeberangan yang beroperasi setiap hari.” katanya.

Untuk menambah alat utama pencarian dan pertolongan di wilayah Sumut, sambung Toto, helikopter Dauphin akan menjadi andalan. Heli dengan kapasitas 8 penumpang itu akan dioperasikan oleh Kantor SAR Medan.

Heli Dauphin buatan tahun 2015 itu, ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Pencarian Muhammad Agus Wibisono memiliki kemampuan bermanuver di lingkungan lembap dan panas serta memiliki sistem autopilot. Helikopter SAR Medium Class AS365 N3+ Dauphin merupakan produk kerja sama industri PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Helicopters, Prancis.

Keunggulan lainnya, ujarnya, Dauphin  memiliki sistem autopilot terbaik dan merupakan satu-satunya sistem autopilot yang dikembangkan untuk helikopter yang lebih berfokus pada ketinggian, bukan kecepatan. Helikopter SAR Dauphin dilengkapi teknologi flight management system yaitu instrumen yang digunakan pilot untuk mengatur rencana terbang, meliputi jalur yang akan dilewati pesawat; kecepatan saat take-off, cruising, dan landing serta informasi lainnya yang harus disiapkan sebelum penerbangan dimulai yang tentunya akan menambah tugas SAR lebih mudah.

“Nantinya heli akan dikendalikan pilot Basarnas yang sudah mendapat pelatihan dan jam terbang yang cukup.” ujar Agus.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR