Kapolri sampaikan Kronologi Penangkapan Perencana Teror di Batam

Foto: Arief/indeksberita.com

Yogyakarta – Usai membuka Seminar Nasional tentang dinamika terorisme di Indonesia di gedung Asri Medical Center Jl. H.O.S. Cokroaminoto, Wirobrajan, Yogyakarta, Sabtu ( 6/8), Kapolri Jendral Tito Karnavian memberikan alur rentetan penangkapan Gigih Rahmat Dewa/GRD (31) yang berencana meluncurkan roket dari Batam ke Singapura.

Tito mengatakan, hingga saat ini data yang diperoleh masih berupa rencana yang bersangkutan. Kepolisian, menurut Tito, masih menyelidiki kemungkinan adanya rencana lain, jenis roket, dan jumlah yang akan digunakannya.

“GRD diduga satu sindikat dengan Ali dan Arif Hidyatullah yang telah ditangkap pada Desember 2015 di Bekasi, dengan rencana teror di Jakarta di akhir tahun. Pada saat itu penangkapan Ali dan Arif disertai dengan penemuan sejumlah bahan peledak”, kata Kapolri.

Ditambahkan Kapolri, Ali menyebrang dari Malaysia ke Batam melalui jalur ilegal dan diterima oleh GRD. Dari GRD, Ali diserahkan pada Nur Rohman kemudian berakhir ditangan Arif Hidayatullah hingga pada akhirnya ditangkap pada Desember 2015 lalu.

Sementara, Nur Rohman berhasil meloloskan diri hingga Jawa Tengah sampai pada akhirnya meledakkan diri di Polres Solo pada waktu lalu.

“Disayangkan bahwa yang memiliki hubungan langsung dengan sindikat Batam adalah Nur Rohman ini. Bahkan satu tokoh (sindikat Batam) ada di Solo sebelum kasus bom bunuh diri,” ujar Tito.

“Sampai saat ini, kasus rencana teror dari Batam masih dikaji dan dikembangkan lebih lanjut,” pungkas Kapolri.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR