Karolin Buka Kegiatan Bursa Inovasi Desa Cluster V

Pemerintah Kabupaten Landak melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DSPMPD) Kabupaten Landak mengadakan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster V Tahun 2019. Kegiatan Bursa Inovasi Desa ini meliputi dua Kecamatan yakni kecamatan Ngabang dan Kecamatan Jelimpo, Selasa (13/08/2019).
Pembukaan acara ini bertempat di Rumah Radakng Aya Ngabang, dan dibuka langsung oleh Bupati Landak Karolin Margret Natasa. Hadir dalam acara pembukaan, Sekda Landak, staf ahli bupati, para Asisten Setda, Forkopinda Kabupaten Landak, Kepala OPD Kabupaten Landak, Camat Ngabang dan Camat Jelimpo, Seluruh Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pendamping Desa di Dua kecamatan, tokoh masyarakat dan Perwakilan Dewan Adat Dayak Kabupaten Landak.

Ketua panitia, Ezra menyampaikan tujuan diselenggarakan Bursa Inovasi Desa (BID) untuk menjebatani kebutuhan pemerintah desa akan pilihan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana desa yang lebih inovatif.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana yang lebih inovatif dan efisien,” ucap Ezra.

Sementara dalam sambutanya Bupati landak Karolin menyampaikan bahwa program inovasi desa ini sangat penting untuk program-Program yang harus dilaksanakan kedepannya. Ia pun berpesab acara tersebut jangan dianggap hanya seremonial.

“Tetapi jadikanlah motivasi desa untuk melakukan pembangunan serta program-program yang harus dilaksanakan kedepannya,” ujar wanita cantik yang akrab dipanggil Karol tersebut

Dalam kesempatan ini Bupati Karol menghimbau agar desa tidak terfokus kepada infrastruktur tetapi juga lebih mengutamakan pembangunan manusia dan ekonomi. Kepada para Kepala Desa, Karol berharap bahwa yang selama ini membangun infrastruktur dengan program inovasi desa, dapt melihat juga pembangunan yang bersifat pembangunan manusia dan pengembangan ekonomi.

“Kepada para Kepala Desa, agar memahami persoalan infrastruktur adalah persoalan yang paling mendominasi di desa-desa, tetapi tolong dibagi porsinya. Karena semua harus berjalan bersama bahwa pembangunan infrastruktur tanpa ada pembangunan manusia dan ekonomi tidak akan menghasilkan hasil yang baik,” ucapnya.

Karolin manergetkan semua desa di Kabupaten Landak sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BuMDES) sebelum berakhirnya masa jabatannya sebagai Bupati Landak, mengingat saat ini baru 86 dari 156 desa yang sudah memiliki Bumdes.

“Di Kabupaten Landak kita baru 86 desa memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dari 156 desa. Target saya pada saat akhir masa jabatan sebagai Bupati 2022, 156 desa sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan ini merupakan kerja bersama kita dalam membangun desa di Kabupaten Landak,” pungkas Politisi PDI Perjuangan tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR