Karolin Serukan Agar Generasi Muda Lestarikan Permainan Tradisional

Bupati Landak Karolin saat hadiri deklarasi sekolah ramah anak di SMP Negeri 1 Ngabang, Kamis (7/11/2019), menjelaskan tentang pentingnya permainan tradisional anak.

Ditengah perkembangan teknologi saat ini, Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak seluruh anak di Kabupaten Landak untuk kembali melestarikan permainan tradisional terutama permainan asli daerah. Menurut Karolin, permainan tradisional untuk anak-anak, saat ini perlu dikenalkan kepada mengingat permainan tradisional seakan mulai ditinggalkan dan kurang dilestarikan.

Karolin menjelaskan, semakin ditinggalkannya permainan tradisional disebabkan oleh perkembangan teknologi. Kemunculan telepon seluler atau gadget menurut Karolin, telah mengubah gaya permainan anak-anak saat ini. Hal tersebut disampaikan Karolin didepan seluruh siswa-siswi saat menghadiri deklarasi sekolah ramah anak di SMP Negeri 1 Ngabang, Kamis (7/11/2019).

“Ditengah perkembangan teknologi saat ini saya juga mengajak anak-anak agar bisa mengenal dan melestarikan permainan tradisional yang merupakan permainan asli daerah kita, jadi jangan bisanya cuma main hp atau gadget saja,” ujar Karolin.

Karolin juga mengatakan bahwa banyak manfaat yang dapat diperoleh oleh anak jika memainkan permainan tradisional, selain melatih kekompakan juga dapat melatih fisik anak. Fisik anak akan terlatih, mengingat kebanyakan permaian tradisional yang dimainkan memerlukan gerakan seluruh anggota tubuh, dan ini sangat baik untuk pertumbuhan anak.

“Kita mengenal permainan lompat tali, Taba’, Galah asin, bakiak, kasti, gasing dan sebagainya, ini semua dapat melatih kekompakan dan fisik anak sehingga saya rasa perlu dikenalkan kepada anak- anak jaman sekarang yang sebagian dari mereka tidak mengetahui permainan tradisional,” papar Karolin.

Lebih lanjut, Karolin mengatakan peran guru disekolah dan orang tua dirumah sangat diperlukan dalam mengenalkan permainan tradisional. Mengingat saat ini telah ada program belajar sehari diluar kelas bagi para siswa yang dapat diisi dengan memainkan permainan tradisional disekolah tentunya dengan bimbingan dan pengawasan guru.

“Program belajar sehari diluar kelas yang diterapkan sekolah bisa diisi dengan mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak, dengan begitu anak-anak selain bisa belajar dan melatih fisik juga akan dapat mengenal kondisi alam sekitarnya, ini juga merupakan salah satu jenis pembelajaran kepada anak untuk itu peran pendampingan guru sangat diperlukan serta dukungan orang tua yang memberikan batasan bermain gadget,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR