Kasus Kelalaian RSUD Sidikalang Terus Bergulir

Laporan Kepolosian atas dugaan malpraktik RSUD Sidikalang (Ceko).

Pengacara Keluarga Korban, Poltak Agustinus Sinaga mengapresiasi kinerja Polres Dairi untuk mengusut tuntas kasus kelalaian RSUD Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Menurut Poltak, Pelapor dan Saksi dari Pelapor sudah di periksa semua, kemungkinan akan ada BAP tambahan lagi dari pelapor untuk mendalami kasus ini.

Penyidik juga sudah menyita beberapa berkas dari RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) dan Sudah memeriksa beberapa orang dari Pihak Rumah Sakit. Dan sampai hari ini menurut Poltak, Polres Dairi masih bekerja untuk mengungkap kasus ini.

Tidak lama lagi Pemeriksaan akan berkanjut kepada Terlapor yaitu Direktur RSUD dan Dinas Kesehatan serta pihak terkait untuk mendalami kasus ini.

Poltak Agustinus Sinaga, menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Dairi agar tetap memberikan suport dan dukungan Moral kepada Keluarga Korban dan juga kepada Pihak Kepolisian yang sedang melakukan Penyelidikan terhadap kasus ini.

Dalam hal Permintaan maaf yang dilakukan oleh jajaran RSUD bersama Direktur RSUD kepada keluarga korban di Rumah korban Di desa Lumbantoruan kec Laeparira, dua hari setelah Ramayana Sidauruk di kebumikan, tidak berarti kasus ini berhenti di sini. Pihak RSUD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi harus Bertanggung Jawab atas pelanggaran terhadap Pasal 190 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 36/2009 tentang Kesehatan yang sebelumnya sudah dilaporkan ke Polres Dairi.

Selain itu, Poltak dan pihak keluarga korban juga mengapresiasi kedatangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Kesra (Kemenko Kesra) yang telah memberikan perhatiannya kepada keluarga korban.

“Kami pengapresiasi karena sudah mau turun dari pusat dan mendatangi RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi pada 30 (April) kemarin,” tuturnya.

Kasus kematian Ramayana Sidauruk di RSUD Sidikalang ini dilaporkan oleh Tulus Sihombing di dampingi Kuasa Hukumnya atas nama korban, Ramayana Sidauruk. Pada hari Rabu tanggal 25 April lalu.

‘Kita tau, dan kita ingin bahwa kejadian yang menimpa Keluarga Ramayana Sidauruk menjadi kejadian terakhir dan tidak terulang kembali,” tutup nya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR