Kata Warga, Jokowi Blusukan ke Pasar, Bima Arya ‘Blusukan’ ke Luar Negeri      

Bogor – Kegemaran blusukan Presiden RI Joko Widodo ternyata kerap dilakukan mendadak dan tanpa terencana. Keterangan itu disampaikan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin. Pada pukul 16.00 WIB, Sabtu (2/7/2016), Jokowi kembali bagi-bagikan paket sembako kepada masyarakat. Kali ini, Jokowi mengawali blusukannya dari Pasar Lawang, samping BTM Mal di Jalan Juanda, .

“Memang saat ini (red. Sabtu 2 Juli 2016) diluar agenda resmi Presiden,” kata Bey Machmudin kepada indeksberita.com.

Dengan ciri khas kesederhanaannya, kemeja lengan putih, Jokowi menggunakan mobil Kijang Innova mendatangi kerumunan warga. Sontak saat tahu presiden yang turun dari kendaraan, warga pun langsung antusias mengerubungi Jokowi.

“Pak Jokowi…Pak Jokowi!,” teriak warga mengelu-elukan namanya.

Sejumlah warga dan pejalan kaki pun langsung berebut menyalaminya. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang saat itu didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata dan Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, langsung membalas menyapa warga dengan ramah yang ingin bersalaman dengannya.

Tidak berbeda saat blusukan sebelumnya di Kota Bogor, Jokowi pun lagi-lagi membagi-bagikan paket. Usai setengah jam beramahtamah dengan masyarakat di jalanan, Jokowi melanjutkan kunjungannya ke Pasar Anyar.

Kunjungan mendadak ini pun mengagetkan warga. Saat Presiden RI berjalan kaki, kontan perhatian warga langsung ke Jokowi. Antusias warga terlihat saat presiden pilihan rakyat itu meluangkan waktu mendatangi para pedagang. Di tempat ini pun Jokowi membagi-bagikan bingkisan.

Setelah setengah jam berkeliling dan bersilaturahmi dengan warga masyarakat, sekitar pukul 17.00 WIB, Jokowi mengakhiri blusukannya dan kembali ke Istana Kepresidenan Bogor.

“Saya senang sekali bisa mendampingi Presiden Jokowi. Bukan karena saya seorang PDI Perjuangan. Tapi, karena Jokowi bagi saya merupakan inspirasi, seorang pemimpin yang memiliki jiwa melayani dan dekat dengan rakyat. Senang berbagi  pada masyarakat, sederhana dan jauh dari kemewahan. Serta, memeiliki kegemran blusukan,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar menyampaikan kesannya usai mendampingi Jokowi.

Pantauan media online ini, saat Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto ikut serta mendampingi Presiden RI Jokowi, masyarakat tidak terlihat menyapa atau ingin bersalaman dengan kepala daerahnya.

 

“Jangan bandingkan Presiden Jokowi dengan Walikota Bogor Bima Arya, mas. Jauh lah. Kalau Jokowi jelas merakyat. Kalau Bima Arya, apanya yang merakyat? Setahu saya dia blusukannya kan lebih sering ke luar negeri daripada menemui warganya,” komentar pedagang telepon genggam, Roni Irwansyah. (eko)  

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR