Kejar Swasembada Bawang Putih, Luas Tanam 2018 Meningkat 500 Persen

Mengejar swasembada bawang putih, tanaman ini dikembangkan juga di tanah Papua. (Foto Biro Humas dan Informasi Publik Kementan)

Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk mengejar target swasembada bawang putih pada tahun 2021. Untuk mencapai target tersebut, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura terus mendorong peningkatan luas tanam bawang putih.

Dari rilis yang dikeluarkan oleh Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, diketahui pada tahun ini telah terjadi peningkatan luas tanam sekitar 500 persen. Dan tahun depan penambahan luas dan tanam akan terus dikejar.

“Bertahun-tahun data luas tanam bawang putih kita tidak beranjak dari kisaran dua ribuan hektare per tahun. Tahun 2018 ini ditarget tanam lebih dari 10 ribu hektar yang berasal dari APBN dan wajib tanam importir. Tahun depan kita akan kejar luas tanam 18 ribu hektare untuk mencapai swasembada benih,” jelas Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi, dalam keterangan pers, Selasa (4/12).

Sejak swasembada bawang putih ditargetkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada tahun 2017 lalu, sentra-sentra produksi bawang putih yang pernah berjaya pada tahun 1990-an seperti Temanggung, Tegal, Karanganyar, Malang, Lombok Timur, kini kembali menggeliat bangun dari tidur panjangnya. Perluasan lahan tanam bawang putih juga turut ditandai dengan mulai menjamurnya sentra baru penanaman bawang putih.

Selain Pulau Jawa, sejumlah wilayah luar Jawa seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, bahkan sampai ke Papua, turut mengembangkan bawang putih.

Suwandi menguraikan bahwa wilayah Sumatera yang selama ini tidak terdengar akan pengembangan bawang putih kini mulai bermunculan seperti di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Solok, Agam, Tanah Datar dan Solok Selatan. Di wilayah Sumatera Utara malah muncul tiga sentra baru potensial yaitu Karo, Simalungun, dan Humbang Hasundutan. Sentra baru juga mulai muncul di Merangin, Kerinci, Kepahiang, Rejang Lebong, Muara Enim, hingga OKU Selatan.

“Wilayah gugusan Bali Nusa Tenggara juga mulai bangkit lagi seperti di Tabanan, Bangli, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Manggarai, Pulau Sumba, Malaka dan Ende. Pun dengan Zona Sulawesi di Bantaeng, Enrekang, Sigi, Donggala, Poso, Minahasa dan Minsel. Mengejutkan lagi, ternyata bawang putih sudah mulai dikembangkan dan tanah Papua yaitu Kabupaten Lanny Jaya dan Pegunungan Arfak”, beber Suwandi antusias.

Saat ini sentra baru yang tumbuh dan berkembang pesat umumnya menggunakan varietas lokal seperti Lumbuh Hijau, Lumbuh Kuning, Lumbu Putih, Sangga Sembalun, dan Tawangmangu Baru dengan rata rata produktivitas 10-15 ton per hektare. Dengan penggunaan varietas-varietas ini, panen bisa dilakukan saat berumur 110 – 130 hari setelah tanam. Lahan tanam disarankan pada ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut.

“Kami yakin, dengan melihat dinamika dan perkembangan lapang, swasembada bawang putih bisa kita raih dan capai pada tahun 2021,” jelasnya.

Suwandi mengatakan pihaknya akan menaikkan alokasi APBN khusus untuk bawang putih. Tahun 2017, telah dialokasikan APBN seluas 3.273 Hektar di 8 Kabupaten dan tahun 2018 meningkat menjadi 5.949 Hektar yang tersebar di 79 kabupaten.

“Tahun depan kita upayakan minimal 10 ribu hektar lagi dari APBN dan 8 ribuan hektar dari skema wajib tanam guna menggenjot produksi dalam negeri. Tentunya ini akan semakin menggeliatkan produksi bawang putih di dalam negeri,” tutup Suwandi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR