Kelompok Abu Sayyaf Kembali Sandera 2 WNI

2 WNI asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang kini menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf.

Kelompok Abu Sayyaf dikabarkan kembali menyandera 3 orang Nelayan di perairan Sandakan- Sabah yang merupakan perairan simpadan dengan Tawi-Tawi- Filipina. Dari 3 orang yang disandera terdiri dari 2 WNI dan 1 orang dari Malaysia.

Kelompok ini mengancam akan memancung ketiga sandera apabila uang tebusan yang mereka minta tak disetujui. Ancaman tersebut disampaikan melalui video berdurasi 30 detik yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut nampak seorang sadera berbicara dibawah ancaman sebilah parang yang dibawa salah seorang anggota kelompok tersebut meminta kepada Pemerintah Indonesia agar menyelamatkan mereka. Diketahui pula dari video itu, Abu Sayyaf minta tebusan 10 Miliar Rupiah untuk kedua Sandera WNI tersebut.

Kabar penyanderaan ini pun dibenarkan oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal. Ia mengungkapkan dua WNI tersebut bernama Hariadin dan Heri Ardiansyah asal berasal dari Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Sementara seorang lagi yang merupakan warga Negara Malaysia bernama Jari Abdulla.

“Kedua orang yang muncul di video adalah WNI asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara atas nama Hariadin dan Heri Ardiasyah. Keduanya diculik kelompok bersenjata Filipina Selatan saat bekerja di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia,” kata Iqbal dalam pesan tertulis kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Sebelum video ini muncul, istri dari salah seorang sandera asal Malaysia, Junianti Abdullah, dikabarkan menerima telepon dari salah satu penyandera yang mengatakan bahwa tak ada satu pun otoritas Malaysia atau negosiator yang berusaha membebaskan suaminya.

Junianti menjelaskan bahwa orang yang menelepon tersebut mengatakan bahwa suaminya akan mengalami kesulitan apabila pihak Otoritas Malaysia tak segera membebaskanya dan tak mau berkomunikasi dengan para penyandera.

Terkait penyanderaan yang dilakukan Abu Sayyaf tersebut, Komisioner Kepolisian Sabah Datuk Omar Mammah mengungkapkan bahwa otoritas Malaysia tengah bekerja sama dengan Filipina untuk mengusahakan pembebasan Jari.

Sementara dengan kedua WNI yang menjadi sandera tersebut, Iqbal menyatakan hingga kini Pemerintah terus melakukan upaya guna membebaskannya. Dari Iqbal pula dikatahui bahwa aksi penyanderaan kali ini adalah aksi yang ke 11 kalinya yang dilakukan oleh Abu Sayyaf.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR