Kemenag Bentuk Tim Cyber Anti Narkoba dan Anti Radikalisme

Foto: Dok. Kemenag

Jakarta – Kejahatan cyber yang semakin marak akahir-akhir ini membuat Kementerian Agama RI melalui Ditjen Bimas Islam merasa perlu untuk membentuk Tim Cyber Anti Narkoba dan Anti Radikalisme.

Dirjen Bimas Islam Machasin mengaku, kegiatan semacam ini mestinya sudah dilakukan sejak dulu.  Sebab, menurutnya saat ini  sudah ribuan konten internet yang bermuatan radikalisme dan sejenisnya atau setidaknya menyebar kebencian yang berpotensi memecah umat.

Meski terlambat, kegiatan ini penting dalam ikut berpartisipasi mencegah peredaran narkoba dan radikalisme.

Proses  rekruitmen anggota tim ini sudah dilakukan pada akhir Maret lalu.

“Sebab fenomena ini perlu ditanggulangi oleh Kemenag, agar ada imbangan bagi publik,” kata  Machasin, Senin (13/06) di hadapan 99 peserta yang terdiri atas para Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) se-Indonesia, ASN Kemenag yang ditunjuk sebagai person in charge (PIC), ASN Kementerian Komunikasi dan Informasi, MUI, BNN, serta utusan NU dan Muhammadiyah.

Menurut Machasin, setidaknya ada dua perangkat yang dibutuhkan, pertama, adalah bahan untuk mengimbangi, dan kedua ada petugas yang menyebarkan via media sosial.

Bahan penyeimbang yang dimaksud akan disediakan oleh pusat. Sementara  masing-masing Kanwil seluruh Indonesia bertanggung jawab menyebarkannya.

Machasim menambahkan, dunia ini menjadi jelek bukan karena banyak orang buruk, tapi karena banyak orang baik hanya diam saja sehingga ruang publik dikuasai orang tidak baik.

Selain narkoba dan radikalisme, tim juga diharapkan memerhatikan bahaya pornografi.

“Pornografi membuat pikiran rusak, lawan jenis dianggap obyek bukan manusia yang perlu dihormati,” ujarnya seperti dikutip laman kemenag.go.id. Selasa (14/6).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR