Kepala Disdukcapil Kota Bogor: Kota Bogor Bukan Target Urbanisasi  

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Dodi Achdiat  

Sebanyak 15 titik di enam Kecamatan tersebar di Kota Bogor akan disasar Operasi Sisir (Opsir) Penduduk Pendatang yang akan dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor. Kegiatan intik merupakan rutinitas tahunan yang dilakukan pasca lebaran. Kepala Disdukcapil Kota Bogor Dodi Ahdiat meyakini tidak ada peningkatan pendatang signifikan

Sebab menurutnya, Kota Bogor hanya sebagai kota transit. Dan, selain itu mengacu pada tahun sebelumnya tidak terjadi peningkatan yang berarti.

“Operasi sisir sudah dimulai sejak Senin (3/7/2017) hingga satu bulan kedepan. Senin lalu di Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Bogor Timur, dengan melakukan penyisiran 21 rumah kontrakan atau kost,” kata Dody kepada indeksberita.com, baru-baru ini.

Dari 21 rumah, sambungnya, hanya ada tujuh rumah yang bisa dikunjungi dan tidak ditemui pendatang baru. Mereka merupakan pendatang lama yang memang sudah lama mencari nafkah di Kota Bogor.

“Sasaran pendataan kami memang penduduk non permanen yang berdomisi di Kota Bogor tetapi tidak berKTP Kota Bogor,” ujar Dodi di kantornya.

Dodi menuturkan, berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun tidak ada lonjakan pendatang baru. Hal tersebut bisa terlihat dari jumlah penduduk Kota Bogor yang tahun ini masih tercatat di angka 997.465 ribu jiwa berdasarkan hasil perhitungan Kemendagri sesuai dengan kepemilikan KTP.

Ia menyebut, pendatang baru di Kota Bogor lebih banyak hanya sekadar bertandang di rumah keluarga atau saudara karena sasaran mereka mencari kerja di Industri seperti ke Kabupaten Bogor, Bekasi, Tangerang dan Jakarta.

“Biasanya keterangan mereka hanya berkunjung tetapi itu tetap didata sebagai bahan pengendalian dan pengawasan,” terangnya.

Masih menurut Dodi, operasi sisir yang digelar pasca lebaran ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi warga Kota Bogor sekaligus melakukan pendataan. Sehingga jumlahnya bisa tetap terkendali, apalagi pendatang baru pasca lebaran ini menjadi isu nasional.

“Di dalam Peraturan Kemendagri Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pendoman Pelaksanaan Penduduk Nonformal para pendatang sebenarnya diharuskan melapor setiap enam bulan sekali untuk mendapatkan surat keterangan penduduk non permanen, tetapi banyak yang tidak melakukannya,” tutupnya.

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Assalammualikum sampai saat ini ktp sy sdh 2 poto ..g kluar pak.mohon kjelasanya. Dn mohon di bantu knapa hrs resinya trss yg hanaya di kasi..
    Trmksh. Muhamad ali. Karadenan cibinong

TINGGALKAN KOMENTAR