Ketika Baim, Merekam Pesona Keluarganya dalam Album Solo

Setelah enam tahun vakum, Baim, mantan vokalis Ada Band, ini kembali merilis solo albumnya bertajuk unik “Wasowekete is a waluwa”, sebuah kalimat ajaib yang diambil dari ocehan “nggak jelas’, putri bungsunya, Zoe (4 tahun).

“Istri saya yang pertama kali mendengar kalimat aneh dari Zoe, yang kemudian menginspirasi saya membuat lagu tentang pelangi yang dinyanyikan oleh putri sulung kami, Abbey,” ungkap Baim, yang kemudian melahirkan lagu bertajuk ‘Pelangi Usai Hujan’, yang merupakan terjemahan bebas dari kalimat unik ‘Wasoekete is a Waluwa’, yang kemudian dipilih menjadi judul album.

Kisah pesona keluarga Baim ini, menghiasi obrolan dengan wartawan saat Konprensi Pers peluncuran album solo terbarunya, yang berlangsung di Foodisme Cafe, Kemang, Jakarta (17/11/17)

“Sejujurnya, kalimat aneh itu, selalu mengingatkan kami atas kondisi Zoe yang terlambat berbicara dibanding kakaknya. Setiap kali melihat Pelangi ia selalu berteriak seperti itu. Saat Mas Baim meminta saya menulis lirik untuk lagu dengan tema pelangi, saya lalu menuliskannya dengan lancar sembari berdoa agar putri bungsu kami bisa segera bicara,” terang Atika, istri Baim, sembari terisak haru.

Album solo Baim kali ini merupakan album solo yang ke-6 sejak merilis album solo perdananya tahun 2002, “Fresh”. Album terakhir Baim, “Chaotic Gemini”, yang rilis tahun 2011 adalah album instrumental gitar. Tahun ini, Baim memantapkan diri merilis album ke-6 yang berisi 8 lagu (5 lagubaru, 2 lagu remake dan ditambah 1 buah lagu aransemen baru).

Begitulah sebuah album musik diproduksi, kerap merekam semua personality subyeknya. Mulai dari soal kekasih, istri dan anak, hingga sahabat dan orang-orang disekelilingnya, bahkan penggemar yang kemudian menjadi inspirasi setiap karya musikal.

IMG-20171121-WA0107

“Saatnya saya untuk tenang. Makanya album ini bernuansa bluesy yang sangat kental, tapi saya kemas dalam pola ritme musik Pop,” jelas Baim, untuk menggambarkan secara lugas tentang format musik dalam album terbarunya yang diproduseri oleh Rahayu Kertawiguna dari Nagaswara.

“Sejujurnya diawal tahun 90-an saya sudah ngefans dengan Baim. Makanya, apapuj yang keluar dari Baim saya suka. Makanya saya yakin, albumnya ini bakal disukai masyarakat, seperti saya menyukainya,” simpul Rahayu, sembari berharap bahwa semoga penjualan album ini akan melampaui targetnya.

‘Pelangi Usai Hujan’ pun kemudian menjadi ide sekaligus judul lagu yang dinyanyikan Baim berdua putri sulungnya, Sarah Abiela Ibrahim atau Abbey (7 tahun).

Single pertama di album ini adalah ‘You Were There’, yang diciptakan oleh Andrew Phillip Buckle. Single ini pernah menjadi hits di era 90-an lewat group asal Australia, Southern Sons. Sejak awal, single ini memang sudah menjadi lagu favorit Baim. Ia berharap dapat menyanyikan ulang lagu ini. Tahun ini, Baim berhasil mewujudkan impiannya itu.

Album ini juga menjadi istimewa bagi Baim karena kesempatan berduet dengan putrinya Abbey, serta kolaborasi dengan Andre Harihandoyo (AHSP) di lagu berjudul “Mending Jangan”.
Lagu “Mending Jangan” ditulis dan musiknya digarap Baim bersama AHSP. Sebuah lagi yang sangat kiat, baik secara judul maupun melodi dan notasinya yang ear catchy.

Kolaborasi Baim dengan Andre yang juga dikenal sebagai vokalis dan gitaris, tentu saja memberi warna lain di album ini. Baim, kelihatan sekali tampil sangat “lepas” dan bermain gitar secara maksimal di lagu ini.

Secara keseluruhan, lagu-lagu di album ini sangat easy listening dengan berbagai sound gitar yang sangat dominan. Seakan ingin mengungkapkan betapa seluruh kemahiran Baim dalam bermain gitar, bisa diredam demagn cara yang sederhana namun elegan

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR