KIH DAN KMP MENCAIR

Jakarta – Pilkada membuktikan bahwa interaksi partai politik di daerah tak selalu mencerminkan peta politik kepartaian di tingkat nasional. Dalam perhelatan itu perkubuan politik antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) terlihat begitu kabur dan tidak relevan.

Kepentingan, sekali lagi berhasil mencairkan hubungan antar parpol. Koalisi lebih bersifat pragmatis dengan pertimbangan menang-kalah dibandingkan dengan pertimbangan kesamaan visi, misi, maupun program parpol.

Pada Pilkada serentak 9 Desember 2015, terdapat 630 pasangan calon kepala daerah yang berlaga di 9 provinsi, 36 kota, dan 224 kabupaten. Berdasarkan hasil pemilu legislatif 2014 lalu mayoritas pasangan calon (paslon) diusung oleh koalisi partai politik.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), PDIP dan PAN menjadi partai paling banyak membangun koalisi dengan partai lainnya.

Peta Koalisi Parpol dalam Pilkada 2015

Peta-Koalisi-Parpol-dalam-Pilkada-2015

Proses pencalonan paslon masih sentralistik, elitis, dan parpol masih jadi pelaku utama. Pencalonan sama sekali mengesampingkan aspirasi masyarakat setempat. (np).

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR