Komisi I DPR RI Sepakat Pelibatan Pasukan Elit TNI Dalam Memberantas Teroris

Paaukan Anti Teror Sat 81 Gulttor (Foto Puspen TNI). Satuan ini masuk dalam Koopassusgab, bagian dari pelibatan pasukan Elit TNI dalam memberantas teroris

Komisi I DPR RI akhirnya menyatakan sikap mendukung pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopassusgab) guna terlibat dalam pemberabtasan Terorisme di Indonesia. Pelibatan pasukan Elit TNI dalam memberantas teroris disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR Satya Widya Yudha.

Ia .mengungkapkan bahwa pengaktifan kembali Koopassusgab sudah memiliki payung hukum, yakni Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI).

“Komisi I DPR menyetujui pelibatan TNI dalam OMSP sesuai dengan Pasal 7 UU TNI Nomor 34 Tahun 2004,” ungkap Yudha saat Komisi I DPR menggelar rapat bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Gedung Parlemen ,Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Ia juga menerangkan, dalam draf Revisi Undang-Undang (RUU) Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, sudah disepakati Pasal 43 J ayat 1, 2 dan 3. Dalam pasal tersebut, TNI bisa membantu Polri dalam memberantas terorisme di tanah air.

Namun Yudha juga mengingatkan Koopsussgab bisa berjalan setelah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) yang diamanahkan dalam RUU Antiterorisme. Menurut dia, kedua payung hukum itu memungkinkan TNI terlibat dalam pemberantasan terorisme dan posisi institusi tersebut di hilir.

“Kalau Perpres belum dikeluarkan maka tidak bisa ditentukan operasional Koopsussgab dalam menjalankan tugasnya,” terangnya.

Sementara itu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan pasukan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) baru akan aktif terlibat langsung dalam penindakan terorisme setelah payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) terbit.

PP tersebut, menurut Hadi, diperlukan untuk menjadi payung hukum teknis pelaksanaan Undang-Undang TNI Nomor 34 tahun 2004 Pasal 7 ayat 2 poin 3 tentang Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“Sehingga kami nanti akan mendorong ke pemerintah supaya mengeluarkan PP. Sehingga apa yang kami inginkan nanti dalam tindakan untuk menanggulangi aksi terorisme itu dengan satuan khusus ini benar-benar bisa efektif dan memiliki payung hukum,” ungkap Hadi.

Koopassusgab adalah gabungan Pasukan super elite ini berisi pasukan khusus yang berasal dari tiga matra TNI yakni Sat-81/Gultor dari Kopassus TNI AD, Detasemen Jala Mengkara atau Denjaka dari TNI AL, dan Satbravo ’90 Korphaskhas dari TNI AU yang diresmikan pada 9 Juni 2015 oleh Panglima TNI yang kala itu dijabat Moelsoko

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR