Komunitas Jendela Nusantara dan BI Dirikan Taman Baca di Perbatasan

Anak-anak di Taman Baca di Lumbis Ogong, yang didirikan oleh Komunitas Jendela Nusantara dan Bank Indonesia

Bekerjasama dengan Bank Indonesia, selama sepekan sejak 11 – 18 November 2019, sejumlah aktivis pemerhati pendidikan yang tergabung dalam Komunitas Jendela Nusantara  mengunjungi anak – anak usia belajar di sejumlah desa wilayah perbatasan RI – Malaysia. Desa-desa yang mereka kunjungi diantaranya adalah Desa Ubol, Long Bulu, Binter dan Desa Soyudon, Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Ketua Komunitas Jendela Nusantara, Rahmadina kepada Pewarta mengungkapkan bahwa secara pribadi ia memang pernah mengunjungi wilayah – wilayah terdalam di perbatasan yang menurutnya sangat membutuhkan perhatian dan kepedulian semua pihak.  Sehingga menurutnya, hal tersebut menjadi alasan untuk lebih serius mewujudkannya, dengan menggandeng pihak lain.

“Dulu saya pernah berada di desa – desa tersebut. Anak – anak disana sangat membutuhkan sentuhan langung pembimbing dan sarana pendikan lainya minimal melalui kegiatan yang kita lakukan bersama BI tersebut,” tutur Rahmadina yang biasa dipanggil Dina, pada hari Rabu (20/11/2019).

Dengan mengambil tema ‘Perbatasan Cerdas’ dan moto aksi “dedikasi untuk negeri” Dina menuturkan bahwa dalam kegiatan tersebut, selain berinteraksi langsung dan membagikan buku – buku bacaan, KJN dan BI juga mendirikan taman bacaan masyarakat (TBM).

Papan penanda Taman Bacaan Masyarakat di Perbatasan dipasang. Taman Bacaan itu ada di Desa Suyadon-Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan-Kaltara
Papan penanda Taman Bacaan Masyarakat di Perbatasan dipasang. Taman Bacaan itu ada di Desa Suyadon-Kecamatan Lumbis Ogong, Nunukan-Kaltara

Lebih lanjut, Novelis berparas cantik tersebut menjelaskan, obyek yang mereka sasar dari kegiatan itu bukan hanya sebatas anak – anak namun kepada orang tuanya. Tujuanya, beber Dina, adalah untuk memberikan suport secara moril bahwa pendidikan bagi putra -putrinya adalah hal yang sangat penting dalam mewujudkan cita – cita sang anak.

“Kita selalu dan akan terus memberikan suport kepada mereka walau hidup di perbatasan dengan sarana yang serba terbatas, namun jangan sampai membatasi cita – cita. Karena bisa jadi, diantara putra putri Lumbis Ogong ini kelak ada yang akan menjadi pemimpin negeri,” tandas Penulis buku Setumpuk Rasa Cuek tersebut.

Dengan melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah itu, Dina mengajak semua pihak untuk terus mengkampanyekan virus literasi agar masyarakat kita menjadi masyarakat yang literat. Dengan adanya program seperti yang dilakukanya, ia berharap akan menjadi wadah yang menyediakan segala informasi bukan hanya untuk anak – anak tapi juga seluruh masyarakat.

“Dalam hal ini, saya juga berharap agar Pemerintah hadir untuk mereka. Karena pada saat Pemerintah menggelorakan seruan kepada generasi muda untuk bersaing dengan bangsa lain, pertanyaan saya, sudahkah Pemerintah memvasilitasi generasi muda terutama anak – anak di perbatasan ini menuju kearah itu ?” Pungkas Dina.

Dari pantauan, semua warga menyambut dengan antusias kehadiran para aktivis dan pihak BI tersebut. Walau tak bisa telibat langsung, tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Nunukan, Hendrawan sangat mengapresiasi dan tak mampu menyembunyikan keharuanya.

“Saya sangat berterimakasih kepada KJN dan BI yang telah sudi menjadi bagian dari jalan anak – anak di perbatasan untuk menjadi generasi yang cerdas. Untuk memajukan perbatasan ini memamg tak bisa dilakukan oleh satu pihak saja tapi kita perlu bergandengan tangan bersama dan KJN serta BI telah menjadi bagian dari itu,” kata Hendrawan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR