Konflik Pengurus Yayasan, Mahasiswa Universitas Islam Attahiriyah Demo Kemenristekdikti

Mahasiswa Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) Senin (15/5/2018) menggelar aksi di kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. (Ceko)

Mahasiswa Universitas Islam Attahiriyah (UNIAT) Senin (15/5/2018) menggelar aksi di kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kordinator Aksi yang juga Ketua BEM FH UNIAT, Annisa Rahma menyampaikan bahwa dengan adanya dualisme kepengurusan yayasan dan rektorat, membuat mahasiswa tidak mendapatkan kepastian hukum; baik untuk status kampus, status mahasiswa, sampai pelaksanaan wisuda beserta mendapatkan hak atas ijazah.

Rahma mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk tuntutan dari mahasiswa sebagai anak bangsa yang dijamin oleh UUD 1945 pasal 31 bahwa setiap warga negara berhak atas hak pendidikan. Ia juga berharap, Kemenristekdikti merespon dengan cepat persoalan yang ada di Kampus UNIAT.

“Kemenristekdikti sebagai lembaga negara yang tercantum dalam UU No. 12 Tahun 2012 Tentang pendidikan tinggi, bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan tinggi, terutama terhadap nasib ribuan mahasiswa UNIAT yang belum jelas kepastiannya,” kata Rahma.

Di tempat yang sama, Bayu Sunandar selaku Presiden Mahasiswa UNIAT menambahkan bahwa mahasiswa tidak ingin dibenturkan dengan konflik dualisme yayasan. Untuk itu ia ingin DIKTI segera mengambil tindakan tegas dan membantu proses pengaktifan kampus UNIAT.

Bayu yakin, mahasiswa yang akan menjadi korban kalau kasus-kasus seperti ini tidak segera di selesaikan dengan baik dan cepat. Apa yang terjadi di UNIAT menurut Bayu, menunjukan lemahnya sistem pengawasan terhadap dunia pensis8kan tinhgi.

“Adanya konflik yang terjadi terkait dualisme yayasan dan dualisme rektorat di Universitas Islam Attahiriyah, menjadi bukti nyata bobroknya sistem pengawasan terhadap dunia pendidikan tinggi di Indonesia,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR