Kopi Lanceng, Kopi Organik Khas Temanggung

Kopi Lanceng, kopi organik dalam kemasan dan berbagai ramuan dari Lebah Klanceng (Foto Eddy Santri)

Berbicara tentang kopi adalah ibarat membicarakan hal yang tak ada habisnya. Baik rasa dan kreasi selalu muncul untuk memanjakan para penikmat minuman beraroma khas tersebut. Penikmat Kopi juga tak lagi didominasi oleh lelaki dewasa saja namun saat ini Kopi juga sudah menjadi minuman favorit para kawula muda. Menambah khasanah Kopi nusantara, kini muncul Kopi Lanceng, kopi Organik yang ada di daerah Temanggung.

Minuman yang dikalaborasikan antara kopi robusta Trmanggung, dengan madu lebah lanceng tersebut kini mulai digemari oleh masyarakat sekitar bahkan dari luar Temanggung, Jawa Tengah. Adalah Suyanto, sosok yang meracik kopi beraroma dan berasa unik tersebut yang telah berhasil membuat Kopi Lanceng mempunyai ciri tersendiri dari kopi-kopi pada umumnya.

Saat menerima indeksberita.com di rumahnya di RT 04 -RW 05 Kajeran, Pendowo, Kranggan, Temanggung, pria yang juga terkenal sebagai ahli pengobatan herbal tersebut menuturkan seputat ide nya membuat kopi yang kini banyak digemari masyarakat itu.

“Pertama tujuan saya meracik kopi lanceng ini adalah untuk kesehatan. Kita tahu bahwa tidak sedikit orang yang ingin minum kopi harus menahan keinginanya karna takut mag nya kumat. Dan saya ingin menepis anggapan tersebut,” paparnya Rabu (21/3/2018) malam.

Suyanto juga menjelaskan alasan kenapa lebih mengutamakan kopi organik, karena sejak penanaman hingga proses pembuatan, ia ingin menghilangkan pengaruh kimia. Sehingga dalam penanaman pun pihanya menggunakan pupuk kandang sebagai penyubur utama tanaman.

Suyanto, pencipta Kopi Lanceng (kopi khas Temanggung ) yang kini banyak digemari para penikmat Kopi
Suyanto, pencipta Kopi Lanceng (kopi khas Temanggung ) yang kini banyak digemari para penikmat Kopi

“Kenapa saya lebih memilih organik, karena minuman kopi yang dari awal hingga proses pembuatan tanpa campur tangan kimia, juga kita menjaga agar selepas mengkonsumsi,lambung kita tetap aman,” imbuhnya.

Terkait penamaan Kopi Lanceng sendiri, Suyanto mengungkapkan bahwa ramuan kopi tersebut dicampur dengan madu klanceng (lebah tak bersengat) yang saat ini sudah sangat langka. Pun jika ada, pembiakan lebah tersebut tak semudah mengembangbiakan lebah madu biasa.

“Penambahan madu dan ramuan dari lebah klanceng atau lanceng adalah bertujuan untuk menambah rasa khas serta gizi dari kopi tersebut,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Lebah Klanceng (Lanceng) sendiri adalah salah satu lebah penghasil multivitamin. Pasalnya propolis dan bee pollen secara alami menyatu di satu tempat dan beberapa khasiat diantaranya meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah Stroke, memperlancar peredaran darah, meningkatkan hormon, memperkuat fungsi otak dan jantung, memperbaiki sel tubuh yang rusak, recoveri tubuh dan masih banyak lagi khasiat yang terkandung didalamnya.

Dari segi bisnis pun, Suyanto mengungkapkan adalah sebuah hal yang menjanjikan terutama untuk skala Usaha Kecil Menengah (UKM). Namun yang terpenting menurutnya adalah motivasi kepada masyarakat untuk memupus ketergantungan baik mulai dari penanaman hingga pembuatan produk-produk tertentu dalam penggunaan bahan kimia.

“Kita ajak masyarakat untuk kembali ke alam. Karena bahan baku alami sebenarnya jauh lebih baik untuk minuman dan makanan termasuk kopi itu sendiri,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR