Korban Badai Tropis di Filipina , yang Tewas Bertambah Menjadi 182 Orang

Keterangan foto: Relawan sedang melakukan evakuasi para korban badai tropis di Filipina. (Foto : AFP)

Hingga Minggu (24/12/2017) dini hari, jumlah korban badai tropis di filipina, yang tewas terus bertambah menjadi 182 orang. Korban tewas akibat banjir dan longsor tersebut diperkirakan akan bertambah terus, karena masih ada 153 orang yang belum diketemukan dalam badai yang menyerang pada Jumat malam.

Sementara itu Petugas Polisi, Tubod Gerry Parami kepada kantor berita AFP memgatakan bahwa setidaknya ada 19 kematian di kota tersebut, yang berada di Lanao del Norte. Ia juga menuturkan bahwa banjir bandang menghanyutkan sebuah desa bernama Dalana.

“Sungai itu naik dan sebagian besar rumah hanyut, desa sudah tidak ada lagi. Saat ini para Relawan tengah melakukan penggalian lumpur untuk menemukan para korban,” paparnya.

Sedangkan pejabat lain seperti dilansir Reuters ,Minggu (24/12/2017) mengatakan kepada bahwa setidaknya 10 orang telah tewas di kota Piagapo, 10km timur Tubod.”Kami telah mengirim tim penyelamat namun mereka tidak banyak maju karena bebatuan, ” ujar pejabat yang bernama Saripada Pacasum tersebut.

Sebelumnya, Badan Cuaca Nasional Filipina menyatakan, badai kuat terdeteksi di atas Laut Sulu. Badai ini diketahui membawa angin dengan kecepatan hingga 80 kilometer (km) per jam dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan hingga 20 km per jam.

Badai tersebut mengarah ke laut pada tengah hari, Sabtu 23 Desember, dan diperkirakan akan hilang dari Filipina pada Senin 25 Desember.

Filipina memang diketahui sering tertimpa badai dan diperkirakan 20 badai terjadi setiap tahun. Badai paling mematikan yang pernah melanda Filipina adalah Topan Haiyan pada tahun 2013 yang menyebabkan 4.460 meninggal dan menyebabkan 921.000 orang kehilangan tempat tinggal.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR