Korban Gempa di NTB Akan Mendapat Santunan 50 Juta Tiap Rumah

Presiden Jokowi di Sumbawa Besar mengatakan bahwa para korban Gempa di NTB akan mendapatkan santunan sekitar 50 juta rupiah per Kepala Keluarga. (Sumber Foto, Twitter @jokowi)

Presiden Joko Widodo memastikan bahwa masyarakat yang menjadi korban gempa di NTB (Nusa Tenggara Barat) akan mendapat santunan sekitar 50 juta rupiah setiap rumahnya. Hal tersebut ditegaskan kepala negara saat meninjau langsung para korban di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin (30/7/2018).

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa dengan santunan berupa uang tunai maka tempat tinggal para korban akan dapat segera terbangun kembali. Masih menurut Presiden, bantuan akan disalurkan dengan segera.

“Segera maksimal besok pagi sesuai permintaan masyarakat agar diberikan uang saja biar bisa dibangun rumah ini kembali,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, saaf ini pihaknya bersama Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi masih memverifikasi rumah yang roboh, rusak berat, sedang, dan ringan di setiap kelurahan dan kecamatan.

“Setelah dilihat hasil ahir, nantinya akan ditindaklanjuti bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disupervisi Kementerian PUPR, dan diawasi Gubernur beserta Bupati,” paparnya.

Menyinggung nominal santunan sekitar angka 50 juta rupiah, menurut Jokowi hal tersebut merupakan hasil hitungan yang ia dapat usai berkomunikasi dengan masyarakat.

“Sedangkan nilai akhir nantinya bakal dikeluarkan setelah pendataan selesai dan pembahasan BNPB bersama kepala daerah,” katanya.

Diketahui, jumlah korban akibat gempa bumi 6,4 SR yang mengguncang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pada Minggu (29/7/2018) pagi sekitar 500 kepala keluarga.

Kepala Dinas Sosial Nusa Tenggara Barat Ahsanul Khalik ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut namun pihaknya belum dapata menentukan angka pasti dari jumlah korban.

Data sementara yang kita himpun ada 500 KK. Tapi itu pun kita belum berani mengungkapkan angka pastinya. Karena patokan kota kita by name by adress,” kata Ahsanul Khalik di Sembalun,seperti dikutip dari Antara ,Minggu (29/7/2018).

Dari Ahsanul juga diperoleh informasi bahwa ada tiga kecamatan yang terdampak terparah akibat gempa, yakni Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur, serta Kecamatan Bayan di Lombok Utara.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR