Korban Keracunan Tutut di Bogor Bertambah, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Korban keracunan tutut di Bogor, sebagian masih rawat inap dan sebagian rawat jalan atau sudah diperkenankan pulang. (Eko Octa)

Polres Bogor Kota menambah jumpah tersangka keracunan makanan olahan tutut (keong sawah) di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, menjadi 3 orang. Sementara korban keracunan tutut di Bogor pada tersebut juga menurut Dinas Kesehatan Kota Bogor bertambah menjadi 108 oranf

Adapun mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka adapah J (54), Y (52) dan S (55). Selain menetapkan ketiga orang tersebut sebagai tersngka, polisi juga mengamankan barang bukti seperti peralatan yang digunakan memasak makanan olahan tutut, dan sampel masakan dari rumah tersangka.

“Pembuat dan penjual sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Didik Purwanto, Selasa (29/5/2018).

Para tersangka dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 90 serta Pasal 136 huruf a Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. “Pengakuan para tersangka, mereka sudah terbiasa menjual dan baru kali ini bermasalah,” tukasnya.

Pada bagian lain, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Budi Santoso menyampaikan, korban keracunan tutut bertambah dari 89 orang menjadi 108 orang. Diketahui bertambahnya korban setelah pihak Dinkes melakukan penyisiran dari rumah ke rumah.

“Setelah dilakukan penyisiran kembali ke rumah-rumah warga banyak yang tidak berobat ke rumah sakit atau puskesmas, melainkan hanya dirawat di rumah,” kata Budi Santoso

Korban dugaan keracunan tutut tersebut dirawat di Puskesmas Tanah Sareal 1 orang, Puskesmas Merdeka 3 orang, Puskesmas Pasir Mulya 4 orang, dan Puskesmas Bogor Utara 2 orang.

“Sedangkan di RSUD Kota Bogor 12 orang, RS Azra 2 orang, Vania 1 orang, RS BMS 1 orang, dan RS PMI 2 orang. Sementara, lainnya dirawat di rumah. Dan, ada juga yang sudah rawat jalan atau pulang ke rumah,” imbuhnya.

Terkait hasil uji lab positif, sambung Budi, ditemukan adanya kuman Shigella, E. Coli dan Salmonella pada tutut olahan tersebut. Kuman Shigella adalah bakteri patogen usus merupakan penyebab penyakit disentri basiler. Bakteri ini menginfeksi saluran pencernaan dan menyebabkan berbagai gejala diare, kram, muntah, dan mual.

Sementara Escherichia Coli, atau biasa disingkat e coli, adalah salah satu jenis spesies utama bakteri garam negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini, dapat ditemukan dalam usus besar manusia.

Menurutnya, bakteri tersebut tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia yaitu diare berdarah karena eksotoksin yang dihasilkan, bernama verotoksin

“Selain itu, juga ditemukan adanya Coliform dan Logam (Mn) pada air olahan tutut. Pada air juga diketahui postip mengandung Coliform dan Logam (Mn),” tuntasnya. (ok)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR