Korem 061 Suryakencana Siap Sikat Begal dan Geng Motor

BOGOR – Aksi pembubaran geng motor bakal digencarkan Korem 061 Suryakencana. Tiak hanya itu, kawanan begal pun akan menjadi target sasaran. Hal itu dilakukan untuk menekan tindak kejahatan. Tidak ingin tanggung-tanggung, Korem 061 Suryakencana juga akan menurunkan tim intelejen guna melakukan pemantauan titik-titik yang menjadi sarang dan tempat berkumpul geng motor dan begal.

“Kita murni hanya ingin membantu masyarakat Geng motor yang sering berbuat onar harus kita sudahi. Kita tidak bisa bekerja sendiri tapi perlu support dan dukungan masyarakat. Pastinya, TNI melakukan ini semua untuk menolong masyarakat,” ujar Danrem 061 Suryakencana Kolonel Kav Eko Susetyo di Mako Korem, Jalan Merdeka, Ciwaringin, Kota Bogor, baru-baru ini.

Terkait hal itu, Korem Suryakencana sudah memberikan instruksi kepada jajarannya di wilayahnya meliputi Kota dan Kabupaten Bogor Bogor, Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Cianjur. Saat ini, pihaknya juga telah mengidentifikasi kelompok geng motor dan begal yang kerap beroperasi.

“Kita lakukan langkah yang represif karena tindakan geng motor sudah sangat meresahkan masyarakat. Kita tidak berpikir apa-apa karena kita hanya berpikir untuk kepentingan rakyat banyak. Apalagi bogor sebagai penyangga ibukota,  segala hal akan kita cermati. Hal yang sama juga akan kami lakukan untuk daerah lain seperti Sukabumi dan Cianjur,” ujarnya.

Masih menurut Danrem Suryakencana, TNI disebutnya adalah bagian dari masyarakat. Jadi, tidak ada niatan dari TNI untuk mencari popularitas atau mengembalikan kekuasaan seperti dulu.

“Untuk mengantispasi geng motor, kita akan melakukan berbagai upaya agar tidak bergerombol pada malam hari dan melakukan balap liar. Kalau masih bergerombol kita bubarkan. Kita akan tangkap, interogasi dan data mereka. Kita akan indetifikasi apa pekerjaan dan latar belakang melakukannya. Jika ada tindak kriminal, akan kita serahkan kepada pihak berwajib,” tuntasnya.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Hadi Prasojo murka setelah terjadi peristiwa penusukan berakibat tewasnya seorang anggota Komando Pasukan Khusus, Pratu Galang. Mendiang Galang meninggal usai ditusuk gerombolan bermotor saat hendak menuju Cimahi, dari Kota Bandung selepas menemui kawannya.
Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Hadi Prasojo pun mendeklarasikan ‘perang’ terhadap pelaku penusukan diduga geng motor. Dia meminta anak buahnya terus memburu para pelaku.
“Terutama pada begal-begal. Kalau malam begal-begal ini melawan akan kita sikat,” kata Hadi belum lama ini. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR