KPK Dalami Histori Istri Setya Novanto di Mega Korupsi e-KTP

Deisti Astiani Tagor, istri Aetya Novanto (Foto istimewa)

Setelah hampir delapan jam melakukan pemeriksaan, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ahirnya rampung memeriksa istri Setya Novanto yaitu Deisti Astriani Tagor. Hal tersebut ditandai dengan keluarnya Deisti dari ruang pemeriksaan penyidik KPK.

Sekitar pukul 17.50 WIB, Deisti keluar dari gedung KPK. Terlihat mengenakan kerudung berwarna krem dengan baju warna kuning-hitam, Deisti bungkam saat ditanya wartawan terkait materi pemeriksaannya.

Bahkan ia pun langsung masuk ke dalam mobil Toyota Fortuner yang ditumpanginya. “Tanya penyidik saja (materi pemeriksaan),” ucapnya singkat di Gedung KPK, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Secara terpisah, Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah menjelaskan bahwa penyidik mendalami histori tentang kepemilikan perusahaan. Salah satunya adalah PT Murakabi Sejahtera.

“Kami dalami lebih lanjut itu sejarah awalnya bagaimana. Karena nama saksi juga tercantum di dalam salah satu perusahaan lain dengan jabatan yang cukup tinggi dan kuat,” papar Febri.

Nama Deisti Astiani Tagor memang sempat mencuat di sidang lanjutan perkara e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong yang digelar pada Jumat (3/11/2017).

Berdasarkan bukti yang dimiliki oleh Jaksa KPK, Deisti diketahui merupakan pemegang saham terbesar PT Mondialindo Graha Perdana, yang mana perusahaan ini merupakan pemegang saham terbesar PT Murakabi Sejahtera.

PT Murakabi Sejahtera ini merupakan leader konsorsium Murakabi Sejahtera, yang mana konsorsium ini merupakan peserta lelang e-KTP yang kalah tender.

Adapun jaksa KPK dalam dakwaannya menyebut bahwa konsorsium Murakabi Sejahtera ini sengaja dibuat agar lelang proyek e-KTP tetap bisa dilaksanakan. Pasalnya jika tidak ada pesertanya lelang tidak bisa kunjung terlaksana.

Sedangkan pemeriksaan terhadap Deisti kali ini merupakan hasil penjadwalan ulang pada Jumat, (10/11/2017) lalu. Deisti diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo (ASS).

Sedangkan Anang sendiri merupakan Direktur Utama PT Quadra Solution yang telah menjadi tersangka KPK. Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan yang turut serta dalam konsorsium PNRI. PNRI merupakan pemenang lelang proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR