Krakatau Steel Optimis Penuhi Target 2016

JAKARTA – Sebagaimana diketahui, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) telah melakukan revaluasi terhadap sejumlah tanah milikinya. Dari hasil revaluasi itu aset perseroan plat merah ini meningkat 36,13% atau menjadi USD3,545 juta dari sebelumnya USD2,604 juta pada kuartal III/2014.

Bahkan aksi revaluasi tersebut juga berkontribusi pada peningkatan laba bersih perusahaan menjadi USD 910,9 juta. Pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan ini  justru merugi sebesar USD109,8 juta.

Komisaris KRAS Roy Maningkas mengatakan, dirinya terus berupaya mendorong KRAS untuk melakukan evaluasi ulang terkait sejumlah langkah perusahaan ini. Roy menilai,  evalausi tersebut perlu dilakukan sebab akan berpengaruh terhadap daya saing prodak yang dihasilkan KRAS.

“Evaluasi itu bertujuan untuk mendapatkan produk yg berdaya saing. Salah satu program yang sedang kami dorong adalah beberapa proses produksi yang bottom line-nya kompetitif,” ujar Roy melalui telepon kepada indeksberita.com (1/2/2016).

Roy juga menegaskan, KRAS perlu bersinergi dengan perusahaan global serta BUMN lain agar mendapat hasil optimal dari segi ekonomi. Terkait itu KRAS sudah melakukan sinergi antar perseroan melalui peningkatan mutu teknologi dan kerjasama pemasaran produk KRAS.

Roy berharap dengan strategi itu target perusahaan untuk mengurangi kerugian tahun-tahun sebelumnya dapat tercapai. Roy melihat KRAS puya peluang memenuhi target tersebut. Syaratnya, mampu ambil bagian dalam proyek pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah.

Sementara, saat disinggung tentang Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk KRAS senilai Rp 1,5 triliun dalam bentuk dana segar dan non tunai Rp 956,49 triliun, Roy menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan proyek proses produksi yang baru selesai mulai akhir tahun 2016 dan 2018.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR