Kunjungan Kerja Presiden ke Pekalongan, Membagi Kartu PKH dan Pemberian Makanan Tambahan

Dalam kunjungan kerja Presiden di Pekalongan (8/1/2016), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH). Kartu ini diberikan untuk mereka yang membutuhkan, sebagai upaya mewujudkan keadilan sosial.

“Kartu-kartu ini kita bagi, karena kita ingin memberikan pemerataan ekonomi dan memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Supaya semuanya mendapatkan manfaat dari kartu-kartu yang diberikan termasuk yang ada di Pekalongan ini,” kata Presiden saat menyerahkan Kartu PKH dan Bantuan Non-Tunai di Lapangan Masjid Al-Djunaid, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Bumirejo, Kota Pekalongan.

Dalam kunjungan kerjanya Presiden Jokowi berpesan kepada penerima kartu untuk benar-benar memanfaatkan kartu tersebut untuk hal yang berguna seperti pembelian bahan pangan bergizi atau keperluan sekolah bagi anak-anak mereka.

Selain pembagian Kartu PKH, Jokowi juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang khusus diberikan untuk anak yatim piatu di Pekalongan. Sejumlah 236 siswa dari jenjang pendidikan SD hingga SMK mendapatkan kartu tersebut.

“Saya titip betul-betul dipakai untuk keperluan yang berhubungan dengan sekolah, contohnya beli buku, beli sepatu, beli seragam, beli tas. Jangan dipakai untuk beli pulsa, kalau ada yang ketahuan Kartu Indonesia Pintar digunakan untuk beli pulsa kartunya akan dicabut,” pesan Presiden siswa kepada penerima kartu.

Di Pekalongan Jokowi membagikan 236 Kartu Indonesia Pintar untuk anak yatim piatu.  Menurut rencana, di tahun ini akan dibagikan kartu yang sama kepada 896 ribu anak yatim piatu di seluruh Indonesia.

Jokowi mengatakan, untuk tingkat pendidikan SD akan diberikan bantuan sebesar Rp. 450 ribu/tahun, SMP sebesar Rp. 750 ribu/tahun, dan SMA/SMK sebesar  Rp. 1 juta/tahun. Adapun yang berkaitan dengan disabilitas akan diberikan bantuan sebesar Rp. 300 ribu/bulan dan untuk warga lanjut usia (lansia) sebesar Rp. 200 ribu/bulan.

Membangun Generasi Unggul dan Cerdas

Setelah menyerahkan Kartu PKH dan Bantuan Non-Tunai, Dalam kunjungan kerjanya, Jokowi juga menghadiri Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan bahwa PMT merupakan upaya pemerintah melahirkan generasi yang unggul dan cerdas. Biskuit makanan tambahan ini diberikan kepada balita, anak-anak dan ibu-ibu hamil.

“Kita ingin anak-anak yang lahir sehat dan menjadi anak-anak yang pintar dan pandai karena gizinya terjamin. Selain itu tolong sumber protein, seperti ikan, tahu, tempe, telur, daging itu juga diberikan kepada ibu-ibu hamil, kepada anak balita dan kepada anak-anak,” kata Jokowi.

Dengan memiliki asupan gizi yang cukup sejak anak-anak, Jokowi berharap semua anak Indonesia pintar dan sehat agar dapat bersaing dengan negara-negara lainnya. “Nanti persaingan 10 tahun yang akan datang itu, 20 tahun yang akan datang, 30 tahun yang akan datang persaingan berat sekali. Kalau anak kita tidak sehat, tidak pintar, tidak pandai, kita akan kalah dalam persaingan,” terang Jokowi.

Menutup sambutannya, Presiden berpesan agar biskuit yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan untuk perbaikan gizi. “Anak-anak semua sehat dan pintar-pintar dan Indonesia bisa memenangkan kompetisi antar negara lain di dunia,” tutupnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR