La Nyalla Kecewa Dengan Gerindra, Beberkan Pertemuannya Dengan Prabowo di Hambalang

La Nyalla kecewa dengan Gerindra yang diungkapknnya saat Konprensi pers di Tebet Jakarta Selatan (Istimewa)

Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti biasa dipanggil La Nyalla kecewa dengan Gerindra, dan membeberkan ke publik terkait hubungannya dengan Partai Gerindra dan Ketua Umumnya. Hal ini diungkapkannya dalam konprensi pers yang diadakan hari ini Kamis (11/1/2018) di kawasan Tebet Jakarta Selatan.

Dalam konprensi pers tersebut, La Nyalla dengan tegas mengatakan dirinya kecewa dengan Partai Gerindra dan Ketua Umumnya Prabowo Subianto.

“Benderanya Prabowo Subianto dan benderanya Gerindra saya Kibarkan di Jawa Timur, coba balasannya dia sia-siakan saya, kalau dia sudah sia-siakan saya berarti dia tidak mau sama saya dan saya pun tidak nyambung sama dia,” tegas La Nyalla.

Selanjutnya, sambung La Nyalla, pihaknya meyakini seluruh kadernya yang ada di Jawa Timur tidak ada lagi yang ingin mendukung Prabowo Subianto.

“Saya sudah tuntut begitu saja dan ini sudah selesai, jadi kalau ada yang ngomong begitu begini enggak,” katanya.

Selain itu, kata mantan Ketua Umum PSSI ini, dirinya juga tidak akan mau lagi ke Partai Gerindra, dengan hal tersebut dirinya pun tidak akan mempengaruhi anak buahnya dan teman-temannya.

“Jadi ada yang tanya saya masih mau di Gerindra jawabannya tidak, dan saya tidak akan lagi di Gerinda dan ini tidak mempengaruhi saya punya anak buah dan saya tidak mempengaruhi saya punya teman-teman. Dan teman-teman pasti loyal sama La Nyalla Mattalitti,” tandasnya.

Dalam kesempatan, dirinya mengaku telah dimintai uang Rp 40 miliar yang diduga sebagai mahar politik terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jawa Timur. Mantan kader Golkar tersebut bercerita,  ia melakukan pertemuannya dengan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto pada 9 Desember 2017, sekitar pukul 15.00, di Hambalang, Sentul, Jawa Barat.

“Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang itu harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember agar bisa direkomendasikan,” katanya.

Bahkan, La Nyalla mengatakan sebenarnya dirinya sudah menyiapkan dana Rp 300 miliar. Namun La Nyalla mengaku ngotot memberikan uang itu setelah resmi didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur, tapi Prabowo menolak permintaannya.

“Dia marah-marah. Marahnya seperti orang kesurupan. Pokoknya seperti bukan Prabowo Subianto lah,” ujar La Nyalla.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR