Lahan sudah Dibebaskan, Proyek Stasiun Sukaresmi Mangkrak

BOGOR – Wacana pembangunan Stasiun Sukaresmi di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor Sukaresmi yang sudah diwacanakan pada 2014 lalu untuk mengurai kemacetan berpotensi gagal dibangun. Padahal, jauh sebelumnya Pemkot Bogor sudah mengeluarkan pembiayaan untuk pembebasan lahan seluas 1,8 hektare untuk pembangunan stoplet serta akses jalan.

“Sebelumnya memang sudah disepakati dengan PT KAI untuk pembangunan stasiun serta akses jalan. Tapi, sampai saat ini belum ada realisasinya. Bahkan, PT KAI belum mempersiapkan lahan tambahan untuk pembangunan stoplet,” ujar Anggota Komisi C, DPRD Kota Bogor, Budi saat diwawancarai indeksberita.com, Jumat (22/4/2016).

Menurut dia, mandeknya pembangunan stasiun karena hingga saat ini tak ada respons dari PT KAI untuk menindaklanjuti pembebasan lahan yang sudah dilakukan Pemkot Bogor guna pembangunan stasiun.

“Seharusnya yang lalu sudah dibangun sesuai rencana selesai pada 2015. Sekarang dalam program tahun ini pembangunan untuk mengurai kemacetan lalu lintas itu sudah tidak diusulkan lagi,” tukasnya.

Berdasarkan kajian, rencana pembangunan stoplet itu batal jika PT KAI tak bersinergi dengan Pemkot.

“Setahu saya, PT KAI hanya mengandalkan lahan pemkot saja seluas 1,8 hektare yang sudah dipersiapkan sejak tahun lalu untuk pembangunan stoplet. Namun lahan itu pun masih kurang,” lanjutnya.

Maka, sambung Budi, dalam program 2016 tak ada usulan mengenai bangunan fisik terkait Stoplet Sukaresmi.

“Kini soal keputusan ada di tangan PT KAI,” ujarnya.

Keterangan senada juga disampaikan sesama anggota Komisi C, Abuzar.

“Kita sangat menyayangkan pembangunan Stoplet Sukaresmi tiba-tiba menghilang. Bahkan, tidak ada kabarnya untuk pembangunannya. Kalau dulu padahal sudah diwacanakan stoplet Sukaresmi untuk jalur kereta dapat mengurangi penumpukan penumpang di Stasiun Bogor. Kalau masalah pembebasan lahan itupun harusnya sudah bisa diselesaikan,” tuntasnya. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR