Laura Hafid: Pengelolaan Lahan Secara Maksimal Mendorong Penguatan Ekonomi Perbatasan

Keterangan foto: Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid saat panen semangka di Nunukan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (11/10/2019)

Selagi ada niat dan kesempatan, maka bukan hal sulit untuk mewujudkan keinginan termasuk meningkatkan penguatan ekonomi Perbatasan. Seperti pada Jumat, (11/10/2019), Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid melakukan panen semangka dan melon di areal Perkebunan Buah di Kampung Dayak, Nunukan Selatan, Nunukan, Kalimantan Utara.

Kebun semangka dan melon seluas kurang lebih 3 hektar yang dulunya sebagian lahan merupakan lahan terbiar tersebut dikelola oleh Asdar, Ketua Kelompok Tani Pesona Mansapa, di bawah binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Nunukan.

Laura terlihat begitu semringah dan begitu bersemangat saat diajak memetik satu per satu buah melon dan semangka yang terhampar di hadapannya. Orang nomor satu di Kabupaten Nunukan itu bahkan sempat berkeliling kebun, bahkan masuk ke tengah – tengah perkebunan untuk memilih melon dan semangka yang ingin dipetiknya.

Ada tiga jenis semangka yang ditanam di perkebunan itu, yaitu semangka tanpa biji, semangka kuning, dan semangka hitam manis. Mengetahui hasil panen semangka dan melon yang begitu melimpah, Laura mengaku gembira dan kagum dengan keuletan dan kerja keras para petani.

Menurut Laura, hal itu sejalan dengan program pemerintah dalam mengembangkan sektor agrobisnis sebagai sektor unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, pemanfaaatan lahan terbiar secara maksimal menjadi kebun produktif, menurut Laura juga adalah salah satu cara mendorong perekonomian masyarakat.

“Hari ini bisa lihat bersama bahwa Kabupaten Nunukan memiliki potensi agrobisnis yang luar biasa yang jika dikelola dengan baik akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Laura.

Sementara itu, Asdar si pemilik kebun dalam kesempatan yang sama menyatakan bahwa hasil panenan semangka dan melon dari kebunya selama ini tidak hanya dijual ke pasar, melainkan juga untuk memasok kebutuhan para pekerja di PT. Sago Prima Pratama dan beberapa perusahaan swasta di Kabupaten Nunukan. Semangka dan melon dari kebunnya dipilih oleh beberapa perusahaan swasta karena sudah bersertifikat bebar dari pestisida dari DPKP Kabupaten Nunukan.

Dari 3 hektar kebun yang dikelola, menurutnya, saat ini baru 1 hektar yang ditanami semangka dan melon. Untuk satu kali panen, Asdar mengaku bisa memperoleh hasil panen hingga 1,7 – 2 ton per hektar.

Selain Bupati, panen bersama tersebut juga diikuti oleh Sekretaris DPKP Kabupaten Nunukan Masniadi, Camat Nunukan Selatan Baharuddin, Lurah Nunukan Selatan Kelik Suharyanto, dan seluruh jajaran ASN di DPKP Kabupaten Nunukan.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR