Lawan Hoax, KOMPAK Gelar Konferensi Anak Muda Lintas Agama di Kupang

Konferensi Anak Muda lintas agama di Kupang, Nusa Tenggara Timur(NTT), Selasa (11/12/2018), sepakat untuk melawan Hoax dan radikalisme (Foto Berdikari)

Sejumlah organisasi yang bergerak di bidang pencegahan dan resolusi konflik sosial di antaranya CIS Timor bekerja sama dengan Komunitas Peacemaker Kupang (Kompak) menggelar Konferensi Anak Muda lintas agama di Kupang, Nusa Tenggara Timur(NTT), Selasa (11/12/2018).

Dipusatkan di Hotel Neo by Aston Kupang, Konferensi yang rencananya akan digelar 11-12 Desember 2018 tersebut diikuti ratusan anak muda dari berbagai daerah di NTT maupun dari luar seperti Aceh, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direncanakan beberapa tokoh nasional seperti Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, LC, MA (Tuan Guru Bajang), Dion D.B. Putra (Pos Kupang), Perwakilan Polda NTT, Anjulin Kamlasi (BEM FKIP UNDANA/KOMPAK), dan Widiya Suci (AKAPELA NTB) akan menjadi nara sumber dalam acara ini

“Konferensi ini untuk memperkuat jaringan orang muda untuk melawan informasi bohong dan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan konflik sosial,” kata Ketua Panitia Konferensi Anak Muda, Ririn Astriniwati.

Dijelaskannya, maraknya informasi bohong dan ujaran kebencian yang beredar saat ini telah menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan masyarakat. Terutama mendekati hajatan besar politik di Tanah Air yakni pemilihan umum (Pemilu) pada 2019.

Sebagaimana diketahui, Pasca konflik Timor Leste-Indonesia tahun 1999, CIS Timor sebagai salah satu lembaga non-profit di Kupang (Nusa Tenggara Timur), fokus bekerja dan mengawal pemulihan masyarakat baik dari sisi pangan, sandang, papan, dan moril.

Sejak saat itu CIS Timor tetap fokus bekerja dalam pencegahan dan resolusi konflik sosial. Hingga di tahun 2011, dengan menyasar orang muda sebagai investasi terbaik mecegah konflik sosial, terbentuklah KOMPAK (Komunitas Peacemaker Kupang) yang hingga hari ini berjuang untuk mempengaruhi opini masyarakat dan pemerintah dalam merawat keberagaman dan menolak radikalisme.

“Mengapa penting menjaga perdamaian, karena pada dasarnya tanpa perdamaian masyarakat tidak dapat berkarya dan hidup tentram, yang kedua karena bangsa Indonesia merdeka atas dasar budaya dan agama yang berbeda,” unkap Ririn

Sejak 2013, CIS Timor dan KOMPAK mendapatkan dukungan dari Oxfam dan Kementerian Sosial RI dalam program pemberdayaan dan pengorganisasian kelompok anak muda untuk pembangunan perdamaian dan persatuan Indonesia.

Oxfam sendiri adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang berada di 20 negara dan bekerja di hampir 100 negara di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia. Visi Oxfam adalah “Dunia yang adil tanpa kemiskinan.” Di Indonesia, Oxfam bekerja di wilayah bagian timur Indonesia, salah satunya di wilayah NTB, bersama beberapa mitra organisasi masyarakat sipil/lembaga swadaya masyarakat lokal.

Mendekati momen-momen besar politik, seperti Pemilihan Kepala Daerah dan Presiden, CIS Timor dan KOMPAK khawatir perdamaian di Indonesia terancam dengan beredarnya secara luas kabar bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) yang menyangkutpautkan identitas agama, suku, kelas sosial, gender, dan lain-lain, baik di media konvensional maupun media sosial.

Di sini peran masyarakat, terutama anak muda sebagai generasi yang dinamis dan akrab dengan teknologi informasi terkini, menjadi penting untuk menjaga supaya kabar bohong dan ujaran kebencian tidak beredar luas dan memecah belah masyarakat.

“Jika tidak ditangani dengan tepat, opini-opini yang tidak kredibel ini potensial memecah belah keutuhan dan persatuan sosial dalam masyarakat,” tandas Ririn

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR