LHP Belum Tuntas, PAN dan Nasdem Kota Bogor Batal dapat Dana Banpol

BOGOR – Dua partai politik, PAN dan Nasdem Kota Bogor tahun ini tidak mendapat kucuran dana bantuan politik (banpol). Sebabnya, kedua partai peserta pemilu ini belum menyampaikan Laporan Hasil Penggunaan (LHP) anggaran untuk diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Demikian dikatakan Kasi Pembinaan Politik dan Ormas, Kesbangpol Kota Bogor, Rustandi.

“Kalau PAN Kota Bogor sejak tahun 2012, karena belum menyampaikan LHP. Dana banpol tersebut hangus, tidak bisa dirapel dan kembali ke Silpa. Sedangkan, Nasdem sejak tahun 2014, laporan penggunaannya belum disampaikan. Sehingga LHP BPK tidak turun,” kata Rustandi saat diwawancarai indeksberita.com di Kantor Kesbangpol Kota Bogor, Senin (19/9/2016).

Disampaikannya, untuk mendapatkan dana banpol masing-masing partai politik harus menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun sebelumnya. Besaran dana yang akan diterima parpol peraih kursi di dewan dihitung berdasarkan jumlah suara pada Pileg 2014. Tiap suara dikalikan Rp3.446. Semakin besar suara yang diperoleh, dana bantuan yang diterima juga semakin banyak. Dari 45 kursi di DPRD Kota Bogor dengan keseluruhan jumlah suara yang didapat parpol pada pemilu legislatif 2014 sebesar 490.023. total dana banpol yang dicairkan untuk 11 partai politik yakni Rp 1.115.203.192.

“Yang jadi syarat untuk pencairan dana banpol, parpol harus menyampaikan LHP tahun sebelumnya. Kemarin, dalam pertemuan dengan semua perwakilan parpol sudah disampaikan, supaya LHP tidak telat, 7 Februari 2017 mendatang, sudah harus membuat laporan kembali untuk penggunaan dana banpol tahun anggaran 2016. Hal itu, perlu agar pencairan anggaran tidak terlambat. Penyaluran dana banpol diberikan melalui rekening partai,” ujarnya. (eko)

Berikut dana banpol untuk parpol yang memiliki kursi di DPRD Kota Bogor:

1. Nasdem (1 Kursi) jumlah suara 21.864 mendapatkan Rp 49.758.486.
2. PKB (1 Kursi) jumlah suara 21.234 mendapatkan Rp 48.529.554
3. PKS (5 Kursi) jumlah suara 56.732 mendapatkan Rp 129.111.710
4. PDIP (8 Kursi) jumlah suara 92.673 mendapatkan Rp 210.906.887
5. Golkar (6 Kursi) jumlah suara 71.246 mendapatkan Rp 162.142.933
6. Gerindra (6 Kursi) jumlah suara 56.686 mendapatkan Rp 129.007.022
7. Demokrat (5 Kursi) jumlah suara 47.083 mendapatkan Rp 107.152.342
8. PAN (3 Kursi) jumlah suara suara 28.923 mendapatkan Rp 65.823.486
9. PPP (5 Kursi) jumlah suara 47.325mendapatkan Rp 107.703.090
10. Hanura (4 Kursi) jumlah suara 28.682 mendapatkan Rp 65.275.013
11. PBB (1 Kursi) jumlah suara 17.485 mendapatkan Rp 39.792.679

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR