Lomba Bakiak Tutup Pelatihan Tata Kelola Pariwisata di Nunukan

Lomba bakiak menutup program pelatihan Tata Kelola Pariwisata di Kabupaten Nunukan

Orientasi Lapangan di Kawasan Wisata Air Terjun Binusan, Rabu (19/6), menutup kegiatan Pelatihan Destinasi Tata Kelola Pariwisata yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Nunukan. Disamping belajar mengaplikasikan materi–materi yang diperoleh selama pelatihan, orientasi lapangan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan keakraban dan hubungan silaturahmi diantara para peserta pelatihan, sekaligus juga untuk mempromosikan objek wisata unggulan Kabupaten Nunukan.

Tidak hanya peserta pelatihan yang berjumlah kurang lebih 170 orang, Kepala Dinas dan seluruh jajarannya juga turut menyemarakkan kegiatan tersebut. Berbagai hiburan, mulai dari lomba karaoke, hingga lomba bakiak pun digelar untuk meramaikan kegiatan tersebut. Suasana hangat, ceria, dan penuh rasa kekeluargaan tergambar dari wajah – wajah peserta pelatihan yang sebagian besar masih berusia muda.

Agung, Anggota Karang Taruna Wijaya Karya Kelurahan Nunukan Utara mengaku sangat senang mengikuti pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut. Pelatihan tersebut, menurut Agung, dapat menambah wawasan para peserta tentang bagaimana cara mengelola sebuah objek pariwisata, dari awalnya kurang menarik menjadi objek wisata yang menarik wisatawan.

“Saya kira ini pelatihan yang bagus, mampu membuka mata kita bahwa objek – objek wisata di Kabupaten Nunukan pun bisa menjadi menarik dan dikunjungi oleh para wisatawan jika dikelola secara baik, mulai dari pengelolaan promosinya, hingga kepada pengaturan atraksi – atraksi yang akan ditampilkan,” kata Agung.

Hal yang sama diakui oleh Syafarudin, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah raga Kabupaten Nunukan. Menurut Syafarudin, jika semua peserta pelatihan bisa bersama – sama terlibat dalam pengembangan destinasi wisata yang ada, maka hal itu akan menjadi kekuatan yang sangat signifikan dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Nunukan. Dari segi promosi misalnya, jika seluruh peserta pelatihan ikut memposting keindahan suatu objek wisata melalui media sosialnya masing – masing maka hal itu akan sangat membantu.

“Apalagi kalau mereka semua nanti bisa terlibat langsung dalam pengelolaan sebuah objek wisata, lewat BUM Desa misalnya, saya yakin dengan begitu pengelolaanya akan lebih efektif karena mereka telah mendapatkan ilmunya melalui pelatihan ini,” kata Syafarudin.

Disamping Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata, dalam beberapa bulan mendatang Disparpora juga akan melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Wisata Alam dan Wisata Buatan, yang rencananya akan mengundang para pemilik tempat wisata dan pelaku usaha pariwisata.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR