Atasi Ancaman Longsor Pemkot Bogor Ngaku Tak Punya Anggaran

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Foto: eko/indeksberita

BOGOR – Bangun taman kota jadi prioritas, tapi untuk antisipasi banjir dan ancaman longsor terhadap warga yang tinggal bantaran sungai, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor malah mengaku tidak punya uang. Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat diwawancarai indeksberita.com usai rapat paripurna DPRD Kota Bogor, Jumat (19/8/2016) malam di halaman gedung dewan mengatakan, saat ini pihaknya belum mempunyai anggaran yang cukup.

“Bukan berarti kita tidak memperhatikan warga yang berdomisli di bantaran sungai. Tapi, saat ini, kita (Pemkot Bogor) tidak mempunyai anggaran yang mendukung,” kata Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Dia menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait antisipasi bencana banjir dan longsor.

“Akan kita lakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Sebelumnya, juga sudah dibicarakan dengan anggota DPR terkait rencana pembuatan tanggul untuk warga yang berada di bantaran sungai. Kita juga sampaikan, perlunya bantuan anggaran dari pemerintah pusat. Karena, anggaran yang ada tidak mencukupi,” tukas Bima.

Sebelumnya, warga Sukasari I, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor mengeluhkan sikap pemkot yang dinilai abai memperhatikan nasib warga bantaran sungai. Sebab, belakangan ini hampir setiap hari Kota Bogor diguyur hujan. Selain ancaman banjir, warga yang tinggal di bantaran sungai merasa was-was ancaman longsor.

“Hampir setiap sore, Kota Bogor selalu diguyur hujan. Warga Sukasari sudah ajukan ke Pemkot Bogor agar minta dibuatkan tanggul penahan longsor, apalagi setiap hujan deras, banjir kerap datang. Tapi, sampai saat ini masih belum terealisasi juga,” tukas Rahmat Heryana (41), ketua pemuda setempat.

Pria yang bertempat tinggal di Gang Rotan, Sukasari I, Keluarahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, tidak jauh dari bibir sungai ini mengaku cemas karena gerusan dan kondisi tanah yang labil sewaktu-waktu bisa menjadi bencana.

“Kalau dilakukan pembiaran, akan jatuh korban. Saya mempertanyakan sikap pemkot yang tidak ada perhatian. Masak iya bangun taman tahun 2015 lalu bisa menghamburkan uang sampai Rp10 miliar, dan tahun ini kembali lagi bangun Taman Sempur senilai Rp2.2 miliar. Tapi, kepedulian sosial masyarakat malah tidak ada. Semestinya, pemkot mengutamakan membuat tanggul agar masyarakat nyaman,” ketusnya. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR