Lowongan Menjadi ASN Kembali Dibuka, Berikut Syarat Hingga Daftar Gajinya

Foto PNS di Kabupaten Nunukan dalam sebuah Upacara (Edy Santry)

Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah mengumumkan pelaksanaan tes CPNS 2019. Dari situs resmi BKN, lowongan menjadi ASN (Aparat Sipil Negara) tersebut akan mulai berlangsung bulan Oktober mendatang. Diprediksi, sekitar 5,5 juta peserta akan memperebutkan 254.173 dari jumlah yang dibutuhkan.

Lantas apa saja syarat untuk mendaftar, prosedur apa yang harus dilalui hingga berapa kisaran Gaji bagi para pendaftar yang lolos dinyatakan sebagai ASN? Pihak BKN mengungkapkan, peserta wajib melengkapi dokumen yang sudah ditentukan untuk ikut pendaftaran CPNS 2019, sebagai berikut:

-Scan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
-Scan Kartu Keluarga (KK)
-Pas Foto
-Scan Ijazah
-Scan Transkrip Nilai serta Dokumen lain sesuai dengan ketentuan instansi yang akan dilamar termasuk SKCK.

Adapun persyaratan yang perlu diperhatikan dengan baik oleh para peserta CPNS 2019, di antaranya:
-Usia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun
-Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara dua tahun atau lebih
-Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, prajurit TNI, anggota Polri, atau diberhentikan dengan tidak hormat sebagai pegawai swasta.
-Tidak berkedudukan sebagai calon PNS, PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri;
-Tidak menjadi anggota atau pengurus partai atau terlibat politik praktis;
-Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;
-Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar;

Selain itu Pemerintah juga mempersyaratkan kesediaan bagi para pendaftar apabila lolos seleksi, untuk ditempatkan di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia atau negara lain yang ditentukan oleh Instansi Pemerintah; dan
Persyaratan lain sesuai kebutuhan jabatan yang ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Untuk diketahui, seleksi penerimaan CPNS ini selalu dilakukan di portal resmi https://sscasn.bkn.go.id dan Computer Assisted Test (CAT). Sehingga apabila ada pihak-pihak yang menjanjikan kululusan, apalagi disertai permintaan sejumlah uang, BKN menegaskan bahwa itu adalah penipuan. Pasalnya, Test dilakukan secara gratis dan transparan.

Mengenai prosedur yang perlu dilalui para pendaftar sebagai berikut

– Pendaftar diminta untuk mengunjungi laman https://bkn.go.id

– Selanjutnya, pendaftar diminta membuat akun dengan cara berikut, Pilih menu SSCN lalu klik Registrasi – Isi NIK, Nomor KK atau NIK Kepala Keluarga – Isi alamat email yang aktif, password dan pertanyaan untuk keamanan akun- Unggah pas foto dengan ukuran gambar minimal 120kb dan maksimal 200kb. Pastikan foto tersebut dalam format JPG atau JPEG.

Sedangkan untuk mencetak kartu informasi akun tersebut:
– Login di portal SSCN dengan NIK dan password yang telah didaftarkan sebelumnya
– Lengkapi Data Peserta:
-Unggah foto diri dengan pegang KTP dan Kartu Informasi Akun. Ini dijadikan sebagai bukti bahwa peserta sudah membuat akun

Peserta juga diwajibkan melengkapi biodata selanjutnya peserta dapat memilih instansi, formasi dan jabatan sesuai pendidikan.

Setelah semuanya dilakukan, langkah selanjutnya pendaftar diminta mengunggah dokumen yang diperlukan sesuai persyaratan instansi yang dipilih kemudian cek kembali semua kelengkapannya di form Resume. Dan setelah itu, pendaftar dapat mencetak Kartu Pendaftaran

Setelah semua langkah dilalui, maka pihak verifikator akan mengecek semua kelengkapan berkas dan dokumen yang diunggah atau dikirimkan ke instansi tertentu yang meminta peserta untuk mengirim berkas.

Apabila dinyatakan lulus seleksi administrasi tersebut, pelamar akan mendapatkan Kartu Ujian yang digunakan untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya yang disesuaikan dengan instansi. Dan selanjutnya Peserta hanya tinggal menunggu pengumuman yang akan diinformasikan langsung di laman bkn.go.id.

Adapun untuk besaran gaji pokok bagi para pelamar yang dinyatakan lolos dan resmi menyandang status PNS sebagai berikut:

Golongan I

IA
Rp 1.560.800 (0 tahun)
Rp 2.335.800 (26 tahun)

IB
Rp 1.704.500 (3 tahun)
Rp 2.474.900 (27 tahun)

IC
Rp 1.776.600 (3 tahun)
Rp 2.557.500 (27 tahun)

ID
Rp 1.815.800 (3 tahun)
Rp 2.686.500 (27 tahun)

Golongan II
IIA
Rp 2.022.200 (0 tahun)
Rp 3.373.600 (33 tahun)

IIB
Rp 2.208.400 (3 thaun)
Rp 3.516.300 (33 tahun)

IIC
Rp 2.301.800 (3 tahun)
Rp 3.665.000 (33 tahun)

IID
Rp 2.399.200 (3 tahun)
Rp 3.820.000 (33 tahun)
Golongan III

IIIA
Rp 2.579.400 (0 tahun)
Rp 4.236.400 (32 tahun)

IIIB
Rp 2.688.500 (0 tahun)
Rp 4.415.400 (32 tahun)

IIIC
Rp 2.802.300 (0 tahun)
Rp 4.602.600 (32 tahun)

IIID
Rp 2.920.800 (0 tahun)
Rp 4.797.000 (32 tahun)
Golongan IV
IVA
Rp 3.044.300 (0 tahun)
Rp 5.000.000 (32 tahun)

IVB
Rp 3.173.100 (0 tahun)
Rp 5.211.500 (32 tahun)

IVC
Rp 3.307.300 (0 tahun)
Rp 5.431.900 (32 tahun)

IVD
Rp 3.447.200 (0 tahun)
Rp 5.661.700 (32 tahun)

IVE
Rp 3.593.100 (0 tahun)
Rp 5.901.200 (32 tahun)

Daftar gaji diatas sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas yang sebelumnya PP Nomor 7 Tahun 1977 tentang peraturan gaji PNS. Daftar gaji tersebut belum termasuk tunjangan dari Rp.2 juta hingga Rp. 127 juta.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR