LPAI : Atasi Kegoncangan Anak Korban Kerusuhan Mako Brimob Dengan Mengapresiasi Tugas Polri

Ketua LPAI Kak Seto memberikan keterangan pers (10/5) selain mengapresiasi Polri, juga menjelaskan cara mengatasi kegoncangan anak korban kerusuhan Mako Brimob (Humas Kemensos)

Kak Seto Ketua LPAI (Lembaga Perlindungan Anak Indonesia) menyertai Menteri Sosial Idrus Marham mengunjungi keluarga salah satu korban kerusuhan di Mako Brimob,, yaitu keluarga Aipda Anumerta Denny Setiadi. Kak Seto mendorong semua pihak untuk membantu mengatasi kegoncangan anak korban kerusuhan Mako Brimob, dengan mengapresiasi tugas Polri.

Setelah menemui keluarga Aipda Anumerta Denny Setiadi, Kak Seto kemudian memberikan penjelasan kepada wartawan. Pertama-tama, Kak Seto menyatakan bahwa ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri yang berhasil mematahkan teror dari teroris yang ada di dalam tahanan.
Apalagi menurutnya, dalam upaya mengatasi sandera, Polri sangat mempertimbangkan keselamatan sandera.

“LPAI memberikan apresiasi kepada Polri, Kepolisian Republik Indonesia yang berhasil mematahkan teror dari terorisme dalam tahanan, dengan tetap mempertimbangkan keselamatan, ada seorang anak disana,” kata Kak Seto kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, Tindakan sadis pelaku terorisme tentu akan menimbulkan kegoncangan pada jiwa anak-anak. Untuk itu menurutnya, hal tersebut bisa diatasi dengan mengarahkan perhatian mereka, dengan memberikan apresiasi kepada Polri.

“Polri tetap tegas tindakannya dan sampai harus mengorbankan anggotanya. Arahkan mereka (anak-anak -red) semakin bangga dan semakin cinta kepada polisi yang bertugas dilapangan. Sehingga adik-adik tetap mempunyai cita-cita menjadi polisi,” ujar kak Seto.

Terhadap anak-anak korban kak Seto memastikan bahwa LPAI akan memberikan pendampingan terhadap mereka. “Terhadap anak ini kami akan dampingi bagaimana dampak psikologinya,” tukasnya.

Untuk bantuan terhadap keluarga korban dari Kementerian Sosial RI, seperti sudah diberitakan media ini sebelumnya, sesuai dengan Permensos 4 tahun 2015, Kementerian Sosial menyiapkan santunan korban meninggal dunia sebesar 15 juta rupiah per jiwa.

Sedangkan untuk kelanjutan pendidikan anak-anaknya, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat yang ikut dalam kunjungan ini, menjelaskan jika memang memerlukan bantuan, dipastikan akan dimasukkan kedalah Program Indonesia Pintar.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR