Luar Biasa! Dana Awal BBIK Berjumlah 5 Triliun Rupiah

JOGJA – Anggaran awal pembangunan Bandara Baru Internasional Kulonprogo (BBIK) ternyata luar biasa, jumlahnya berkisar Lima Triliun Rupiah. Dana tersebut dialokasikan untuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) DIY melakukan pengukuran tanah dan sosialisasi warga. Hal itu dikatakan Tavip Agus, Kepala Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi DIY, Kamis (31/03).

Tavip Agus menjelaskan, bentuk pembiayaan tersebut telah berada dalam satuan program pembangunan BBIK, di mana yang akan merogoh kocek adalah PT. Angkasa Pura I (AP I) dan bukan berasal dari dana keistimewaan Pemprov DIY. Dana perencanaan awal PT. AP I tersebut akan dikeluarkan pada Mei 2016.

“Bahkan tahun (2015) kemarin, pak JK (Jusuf Kala) menyarankan penganggaran sebesar dua triliun setiap dua tahun sekali. Kalau operasionalnya 2019-2020, berarti ditotal berkisar enam triliun, bahkan lebih besar lagi,” tambah Tavip kepada Indeksberita.com di kantornya, Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta.

Tavip menambahkan, bentuk anggaran pengadaan fasilitas jaringan transportasi dan sarana lain dalam mendukung operasional BBIK, merupakan bentuk anggaran kerjasama BUMN satu dengan yang lain. Hal itu merupakan ranah PT. AP I dengan relasinya. Seperti perpanjangan jalur lintas komuter Jogja menuju BBIK, yang merupakan bentuk kerjasama PT. AP I dengan PT. Kereta Api Indonesia (PT KAI)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR