Lukisan Karya David Hockney Terjual 1,3 Triliun Rupiah

Keterangan foto: Lukisan karya David Hockney berlabel Portrait of an Artist (Pool with Two Figures) yang terjual senilai US$ 90,3 juta (sekitar Rp 1,3 Triliun) di Balai Lelang Christie's di New York, AS, Kamis (15/11/2018). Foto AFP

Secara mengejutkan sebuah lukisan memvisualkan kolam renang, karya seniman Inggris David Hockney terjual senilai US$ 90,3 juta (sekitar Rp 1,3 Triliun) oleh rumah lelang Christie’s di New York, AS, Kamis (15/11) waktu lokal atau Jumat (16/11/2018) WIB. Penjualan ini juga memecahkan rekor harga tertinggi di balai lelang untuk sebuah karya seniman yang masih hidup.

David Hockney membuat lukisan itu pada 1972 dan menjadi salah satu karyanya yang paling tersohor. Komposisi dua tokoh dalam lukisan itu dimulai sebagai dua foto terpisah di lantai studio seniman dan diselesaikan bersamaan untuk pameran di Andre Emmerich Galley New York pada 1972.

Nilai jual karya Hockney berlabel Portrait of an Artist (Pool with Two Figures) itu menorehkan rekor baru karya seni termahal oleh seniman yang masih hidup. Ia menggulingkan rekor termahal yang sebelumnya melekat pada Balloon Dog (Orange) kreasi seniman AS Jeff Koons senilai US$ 58,4 juta yang dilelang Christie’s pada 2013.

Proses lelang karya Hockney dalam event ‘’Post-War and Contemporary Art Evening Sale” itu berlangsung selama sembilan menit yang didominasi adu dua bidder melalui telepon. Aplaus bergema di ruangan kala juru lelang mematok nilai US$ 80 juta. Sejak itu, dua bidder via telepon beradu harga untuk mendapatkannya hingga berakhir di posisi US$ 90.312.500.

Christie’s menolak mengungkapkan identitas penjual dan pembeli.Namun, website Bloomberg dan Artnet menyebutkan bahwa penjualnya adalah miliuner Inggris Joe Lewis, pemilik Tavistock Group serta klub sepak bola kontestan Liga Primer Tottenham Hotspur. Majalah Forbes menaksir kekayaan Lewis mencapai US$ 5 miliar.

Nilai jual lebih dari US$ 90 juta itu sangat menakjubkan serta mengherankan
mengingat Hockney (81) melepas lukisan itu ke diler pada 1972 hanya seharga US$ 20 ribu. Nilai yang dinilai cukup pantas kala itu, bahkan Hockney sempat berpikir nilainya bisa lebih rendah.

Kala itu Hockney mengatakan bahwa jumlah tersebut pada kala itu adalah uang yang berlimpah. Namun ia tak menyangka bahwa ketika dijual lagi, harga lukisannya melonjak menjadi US$50 ribu.

Seperi dikutip dari AFP, Co- Chaiman balai lelang Christie’s Alex Rotter mengatakan bahwa lukisan Hockney tersebut adalah karya seni kontemporer dan pasca perang dan menyebut lukisan tersebut sebagai salah satu mahakarya di era modern.

“”Saya berharap dia bahagia dan senang, namun dirinya adalah seniman, dia tidak butuh kami untuk membuktikan dirinya hebat. Dia tahu itu,” kata Rotter kepada AFP.

David Hockney merupakan seniman asal Inggris yang kini berusia 81 tahun. Dirinya dianggap sebagai pemberi pengaruh utama perkembangan seni pop di dekade 1960-an, dan disebut sebagai seniman Inggris paling berpengaruh di abad ke-20.

Pembuatan Portrait of an Artist (Pool with Two Figures) terdokumentasi dengan baik, lengkap, dan rinci diban dingkan lukisan yang lain. Selain terabadikan dalam film biopik tahun 1974 berjudul A Bigger Splash, lukisan itu juga di jabarkan secara detail di atas buku berjudul David Hockney by David Hockney: My Early Years.

Hockney dikenal sangat tertarik dengan kolam renang. Karya itu dinilai sebagai buah perenungan pribadinya. Tergoreskan seorang lelaki berdandan rapi berdiri di tepi kolam dan menatap saksama sosok lain yang berenang membelah kemilau air ke arahnya. Pemandangan gunung indah sebagai latar.

Pengamat meyakini lelaki di tepi kolam berdandan rapi itu menggambarkan bekas kekasih serta sosok kenangan bagi Hockney, yaitu Peter Schlesinger – salah satu mahasiswanya di Universitas California, Los Angeles. Sementara sosok yang berenang adalah kekasih baru Schlesinger. Affair Hockney-Schlesinger berakhir saat lukisan ini selesai.

Terjualnya lukisan Hockney disebut-sebut sebagai salah satu hal yang mampu menjawab bahwa karya seni disamping sebagai keindahan tersendiri namun juga sebagai sebuah misteri. Seorang netizen Miranda Stone mengungkapkan bahwa kadang kala sebuah karya seni tak dianggap sama sekali tapi dibalik itu menyimpan arstistik yang sangat tinggi.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR