Malam Takbiran, Polres Bogor Kota Imbau Tidak Konvoi di Jalanan

BOGOR – Guna pengamanan jelang Hari Idul Fitri, Polres Bogor Kota akan menyiagakan 1.600 aparat keamanan. Personil gabungan tersebut terdiri dari Kepolisian, TNI, Sat Pol PP, DLLAJ dan sukarelawan akan di sebar di 11 pos keamanan dan 83 pos siaga serta pengatur (gatur) di ruas jalan Kota Bogor.

“Polres Bogor Kota juga mengimbau masyarakat Kota Bogor agar tak melaksanakan pawai keliling di jalan raya saat malam takbiran. Sebab, lebih banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Tapi, saya tidak melarang, namun  sebaiknya dilakukan di masjid saja,” tukas Kapolres Bogor Kota, AKBP Andi Herindra kepada indeksberita.com, Kamis (23/6/2016).

Pimpinan Polres Bogor Kota mengkhawatirkan, potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas jika dilakukan takbir keliling. Sebab, umumnya dilakukan dengan menggunakan truk maupun mobil bak terbuka. Selain itu, karena pawai takbir melibatkan massa yang terbilang banyak memungkinkan terjadi aksi tawuran. “Kalau massa saling bertemu bisa terjadi tawuran,” jelasnya.

Meski begitu, Kapolres Bogor Kota mengingatkan, bila ada pihak berniat melakukan takbir keliling diminta melaporkan diri kepada kepolisian. Tujuannya, agar memudahkan dilakukan deteksi dini.

“Lapor dulu ke polsek, nanti polisi yang merekomendasi boleh atau tidak,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono juga memberikan komentar serupa. Kata politisi PDI Perjuangan saat ditemui di DPRD Kota Bogor, menyambut malam kemenangan dengan cara bertakbir akan lebih bermakna bila dilakukan di masjid, dibanding konvoi di jalanan.

“Akan lebih indah dan bermakna jika takbir bersama dilakukan secara khusyuk di masjid-masjid. Membesarkan nama Allah dengan baik sambil berdoa, daripada harus konvoi di jalanan,” ujarnya.

Untung menilai konvoi dijalan di malam takbiran lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaat yang akan didapatkan. Oleh sebab itulah malam takbiran tahun ini dia berharap masyarakat tidak lagi melakukan konvoi dan difokuskan menggelar takbiran di masjid karena nilai ibadahnya lebih terlihat jelas.

“Pawai dan konvoi itu lebih banyak mudaratnya dan tidak mendatangkan pahala. Jadi takbiran yang lebih tepat di masjid-masjid saja,” tuntasnya. (eko)

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR