Malaysia Tenggelamkan Kapal Nelayan Asing yang Menerobos Wilayahnya

Foto: Ilustrasi Penenggelaman Kapal di Malaysia

Badan Penegakan Maritim Malaysia (BPMM) yang bekerjasama dengan Badan Taman Laut Malaysia tenggelamkan kapal nelayan asing yang terbukti menerobos wilayah perbatatasan Malaysia. Kapal tersebut ditenggelamkan dengan cara di ledakkan di Perairan Besut Terengganu, Minggu (14/10/2018).

Kepala Maritim Negeri Pahang, Laksamana Muda Maritim Dato’ Zulkarnain bin Mohd Omar mengungkapkan bahwa hal tersebut perlu dilakukan agar memberi pesan kepada pihak manapun agar tidak sembarang memasuki wilayah perairan Malaysia.

“Ini amaran (peringatan) bagi siapapun yang mencoba masuk perairan Malaysia tanpa izin,” tegas Zulkarnain, Minggu (13/10/3018).

Zulkarnain memaparkan, berdasarkan statistik hingga kini sebanyak 320 perahu nelayan asing dan lokal telah telah ditenggelamkan di seluruh Malaysia. Kesemuanya terbagi di wilayah pantai Timur serti Sabah dan wilayah barat seperti di Kelantan

Sedangkan statistik sejak 2006 hingga kini sebanyak 1.173 perahu nelayan asing telah ditahan kerana telah masuk dalam perairan negara jiran itu. Pun, kapal terbanyak berasal dari Vietnam yakni 698 adalah perahu nelayan.

Sedangkan untuk tahun ini, sejak Januari hingga Oktober 2018, ungkap Zul, sebanyak 101 perahu nelayan asing telah ditahan pihak berwenang Malaysia karena berusaha masuk wilayah Malaysia. “Paling berasal dari Vietnam yakni 86 perahu nelayan,” ungkapnya.

Zulkarnain juga menyatakan, penenggelaman kapal tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bagi ekosistem dan biota laut. Menurutnya, saat ini banyak wilayah bawah laut di perairan Malaysia yang terumbu karangnya mengalami kerusakan.

“Cara ini dapat menggalakkan biodiversiti laut yang akan memberi manfaat kepada seluruh kehidupan di laut dengan kadar pembiakan yang lebih baik terutama pembiakan ikan di perairan negara,” papar Zulkarnain sebagaimana dilansir dari Antara.

Berbagai kalangan terutama masyarakat di Sabah-Malaysia menyambut posistif atas kebijaka penenenggelaman kapal nelayan asing itu. Azdar Mustafa, seorang warga Jl Sin On Tawau, Sabah, mengatakan bahwa disamping penenggelaman kapal asing itu demi kewibawaan negara, tapi ia tetap mengkaitkan kebijakan itu dengan Menteri Kelautan dan Perikananan RI Susi Pudjiastuti.

“(penenggelaman kapal) Bagus, biar Malaysia boleh punya marwah seperti yang dilakukan oleh Menteri Susi di Indonesia,” ujar warga yang rumahnya berada di Taman Pasedena 5 tersebut

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR