Masyarakat Banjiri Open House Yang Digelar Kapolres Nunukan

Keterangan foto: Masyarakat Nunukan membanjiri open house yang digelar Kapolres Nunukan di Rumah Dinasnya Jl. Ujang Dewa, Nunukan, Kalimantan Utara , Kamis (6/5/2019).

Sebagai bagian dari tradisi masyarakat Indonesia dalam merarakan Lebaran dimana usai Sholat Idul Fitri ditunaikan lantas dilanjutkan saling kunjung mengunjungi kerabat dan handai taulan, Para Pejabat pun memanfaatkan momentum ini untuk menggelar open house sebagai sarana bertatap muka dengan masyarakat.

Seperti yang dilakukan Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, Kamis 6 Juni 2019. Selain tradisi Lebaran, pihaknya ngin tali silarutahim erat sehingga ia pun mengelar open house di Rumah Dinasnya Jl. Ujang Dewa, Nunukan, Kalimantan Utara.

Dari pantauan, masyarakat yang berasal dari berbagai elemen nampak antusias mendatangi acara tersebut. Hal tersebut mungkin dapat dimaklumi, pasalnya baru pertama kali ini seorang Kapolres di Nunukan menggelar open house. Didampingi Wakapolres Nunukan Kompol Imam Muhadi, Teguh pun menerima para tamu dengan sangat antusias pula.

Kepada Pewarta, Teguh tak menampik jika open house kali ini adalah yang pertama kali dilakukan pihak Polres Nunukan. Ia menjelaskan bahwa apa yang ia lakukan adalah sebagai salah satu cara memangkas sekat antara aparat dengan masyarakat.

“Selain tradisi dari kita sebagai orang timur dalam Lebaran, Ini adalah bentuk dari kita yang ingin adanya kedekatan antara masyatakat dengan aparat,” tutut Teguh, Kamis (6/5/2019).

Teguh berharap open house yang ia gelar dapat membawa hikmah terutama bertaaruf (saling mengenal). Bukan hanya antara pihaknya dengan masyarakat, namun juga antar masyarakat itu sendiri. Ia menegaskan, banyak hal bermanfaat yang akan diambil dari sebuah jalianan silaturahim.

“Disini bukan hanya antara kita dengan yang datang saja, sesama yang datang pun dapat saling mengenal. Dari situ akan berawal sebuah jalinan silaturahim menuju kebaikan,” tandasnya.

Selain itu, menurut pria yang viral karena aksi blusukanya dalam menyambangi kaum dhuafa lewat aksi Patroli Peduli Polres Nunukan tersebut, ia ingin mengajak masyarakat terutama umat islam dalam memaknai arti Idul Fitri yang sesungguhnya. Karena menurut Teguh, kata-kata mohon maaf lahir batin saat ini mulai luntur realisasinya dan hanya menjadi slogan semata.

Padahal, ungkap Teguh, begitu agungnya dari sebuah waktu yang namanya Idul Fitri (Lebaran) karena pada saat itulah kesempatan untuk saling memaafkan jauh lebih banyak dibanding hari-hari biasa. Saat ini sebagian masyarakat dalam menyikapi Idul Fitri menurutnya tak lebih dari sekedar ritual tahunan yang jauh atau bahkan tak menyentuh makna Hari Raya yang sesungguhnya.

“Lebaran itu tak sekedar berkumpul dan makan-makan. Tapi selain sebagai instropeksi, Lebaran juga sebuah kesempatan, bagaimana cara kita mengimplementasikan ucapan mohon maaf lahir batin itu yang sesungguhnya. Dalam sosial, hubungan kita dengan sesama harus lebih akrab dan dengan Tuhan kita juga harus lebih dekat,” pungkas Teguh.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR