Masyarakat Jawa Timur Siap Tolak Kedatangan Habis Rizieq

Kepolisian Daerah Jawa Timur menghimbau agar Imam Besar Front Pembela Islam, Habisb Rizieq membatalkan rencana kedatangannya ke Surabaya. Hal itu disampaikan Kabid Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kombes Pol Burung Mangera kepada para wartawan, Rabu, (25/1/2017).

Barung mengatakan, pihaknya sudah membuat rencana terkait isu kegiatan tersebut. “Kita akan membuat pengamanan baik yang pro maupun kontra. Karena sifatnya insidentil, saat ini jumlah personil sedang disusun. Kita melibatkan Polrestabes (Surabaya), Brimob dan Polres wilayah Mojokerto dan sekitanya,“ ujar Barung.

Ia juga menambahkan, alasan dilakukannya himbauan agar kelompok massa tidak datang adalah karena ormas di sini sudah menyatakan menolak ormas yang anti Pancasila dan intoleran. Lebih lanjut Barung mengatakan, kalaupun tetap hadir, pihaknya akan mengawal kegiatan tersebut. Hanya saja ia meminta panitia acara yang akan memulai menggelar acara Salat Subuh berjamaah di Masjid Al Falah, supaya tetap menyampaikan perihal tersebut.

“Memang dalam aturan UU No 9 tahun 1998 tidak ada aturan kegiatan keagamaan untuk melapor. Tapi khusus kegiatan ini kami minta supaya dilaporkan,” tandas Barung.

Menurut Barung, kegiatan itu perlu dilaporkan supaya polisi bisa melakukan persiapan. Walau belum dilapori panitia acara, Barung mendapat informasi dari pihak intelijen. “Intelejen dan biro operasi sudah bekerja untuk mengkonsolidasi seluruh kekuatan polda,” jelas Barung.

Sebagaimana bakal terjadi, Rizieq Syihab berencana datang ke Jawa Timur. Tujuan kedatangan Rizieq adalah untuk melakukan Salat Subuh berjamaah di masjid Al Falah pada 27-28 Januari mendatang. Sebelumnya, beberapa kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, berencana menghadang kedatangan Rizieq. Rencana itu terungkap dalam acara Mimbar Untuk Rakyat yang digelar di kantor DPC PDIP Kota Surabaya Jl Kapuas, Selasa (24/1/2017).

Wakil Ketua Bidang OKK, Sukadar dalam orasinya mengatakan bahwa PDI Perjuangan Surabaya siap menghadang rencana kedatangan Habib Rizieq ke Surabaya. “Karena sekarang posisi ketua umum kita ibu Megawati sudah resmi dilaporkan oleh kelompok FPI, maka hati kita juga semakin terusik, dan kita akan hadang semua langkahnya, termasuk jika berani datang ke Surabaya. Kita kepung Bandara Juanda, kita usir si Resek itu dari Surabaya,” ujar Sukadar.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya dari FPDI Perjuangan, Riswanto, juga mengungkapkan hal sama. Ia mengingatkan kepada seluruh kader dan tamu yang hadir jika sejarah berdirinya NKRI melalui perkumpulan pemuda dari berbagai suku tidak pernah membahas soal agama.

“Bersatunya pemuda dari sabang sampai meraoke saat membahas soal persatuan dan kesatuan tidak pernah membahas soal agama. Sampai munculnya ikrar sumpah pemuda tahun 28, tidak ada kata agama didalamnya. Itu alasannya, kenapa kita harus NKRI dan Pancasila,” ujar Riswanto.

Ia juga mengingatkan sejarah bahwa Bung Karno sebagai pendiri bangsa dan negara tidak memilih jalur golongan atau kelompok, tetapi memilih jalur nasionalisme.  “Maka kalau sekarang ada kelompok yang berusaha merongrong keutuhan NKRI dengan kebhinnekaannya memakai agama seperti FPI, kita harus lawan dengan jiwa, raga maupun harta, demi tegaknya NKRI, Pancasila, UUD’45 dan Kebhinnekaannya,” tegas Riswanto.

BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Masyarakat Jawa Timur dan Ibu kotanya, Surabaya sangat kompak untuk menjaga kerukunan bermasyarakat di daerahnya dan tak segan2 mengusir dan menghindari mereka dari sekelompok orang2 yang bermasalah. Kota Surabaya yang notabene nya adalah Kota terbesar ke 2 setelah DKI Jakarta, tapi kenyamanannya, keamanan, kebersihan, fasilitas publik, dst nya melebihi Kota2 besar / Ibu kota Provinsi lainnya di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR