Masyarakat Nunukan Menggaungkan Ikrar Kebangsaan

Radikalisme merupakan paham paham yang ingin adanya perubahan atau pembaharuan sosial dan politik, secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan. Tak jarang dalam praktiknya, radikalisme juga berani membenarkan  aksi-aksi yang tak sesuai dengan prikemanusian. Bahkan dalam beberapa kejadian, faham radikalisme acap kali mengunakan kesucian agama sebagai topeng dalam aksinya. Dalam penyebaranya, paham ini juga tak pernah memandang status sosial, usia dan latar belakang. Mudahnya akses internet juga merupakan sarana paling mudah bagi para pengusung faham tersebut dalam menjalankan propagandanya.

Semakin maraknya propaganda baik secara lisan maupun lewat media sosial, dan beberapa kejadian aksi teror belakangan ini, menjadi perhatian khusus berbagai pihak, tak terkecuali di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantann Utara. Di pelataran Tugu Dwikora, berbagai Ormas kepemudaan dan keagamaan, para tokoh adat, para pemuka agama, menggelar Apel Besar/Akbar Kebhinekaan Cinta Damai. Acara yang diadakan pada hari Selasa pagi (15/11), juga diikuti oleh TNI, Polri dan Pemkab Nunukan.

Apel Akbar yang diprakarsai Polres Nunukan, dan dipimpin oleh Wakil Bupati Nunukan (Faridil Murad), adalah bentuk penolakan masyarakat Nunukan terhadap faham radikalisme dan faham apapun yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila. Karena faham ini berpotensi memecah belah persatuan nasional, serta merusak keharmonisan silaturahim antar masyarakat yang selama ini telah terjalin di Kabupaten yang wilayahnya berbatasan langsung dengan negeri Sabah Malaysia ini.

Penegasan tersebut juga disampaikan Wakil Bupati Nunukan, yang dalam sambutannya menyatakan bahwa: memanusiakan manusia itu adalah hal yang paling penting dan seharusnya itu menjadi nafas sehari-hari dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ini pesan saya, Manusiakanlah Manusia apapun latar belakang dan keyakinanya. Kebhinekaan di Indonesia ini bukan sekedar diciptakan tapi memang tercipta atas campur tangan Allah,  sebagai pelajaran kepada kita bahwa perbedaan itu adalah sebuah rahmat dan agar kita saling menghormati” ungkap pria yang juga Ketua Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka).

Ditengah Apel Besar tersebut, dibacakan pernyataan sikap atas nama masyarakat Nunukan, oleh para pemuka agama dan diikuti oleh semua para peserta Apel. Adapun isi dari Pernyataan Sikap sebagai berikut:

Kami Masyarakat kabupaten Nunukan Selaku Warga Negara Indonesia Berikrar:

1. Akan menjunjung tinggi dan mengamalkan Pancasila dengan berpegang teguh pada Undang-Undang Dasar 1945.

2. Menghormati dan melaksanakan Kewajiban dan Hak sebagai Warga Negara Indonesia dengan penuh tanggung jawab dan sebaik-baiknya.

3. Menghormati dan Menghargai sesama Warga Negara Indonesia serta menjunjung tinggi norma Agama, sosial dan Hukum.

4. Akan menghormati dan memelihara nilai-nilai jasa pahlawan, dengan mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya.

5. Akan selalu menciptakan dan memelihara rasa aman, tertib, nyaman, tentram dan humanis, demi terwujudnya situasi Kamtibmas yang Kondusif.

6. Akan menjaga nama baik sebagai Warga Negara Indonesia kapan dan dimanapun berada, demi Persatuan dan Kesatuan serta Kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Usai Apel Besar, dilanjutkan dengan ramah tamah di Mapolsek Nunukan yang jaraknya sekitar 20 Meter dari lokasi Apel digelar.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR