Masyarakat Nunukan Peringati Hari Peduli Sampah Nasional

Berbicara mengenai sampah, tentu terbesit pada sesuatu hal yang kotor dan sumber penyakit. Namun tak jarang sampah juga dapat didaur ulang untuk sesuatu yang bermanfaat. Terlepas dari daur ulang tersebut, pada intinya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sangat diperlukan. Terutama kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.

Hal tersebut di diucapkan Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Abidin Tajang (Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan), pada saat pembukaan Puncak Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Pelataran Taman Kota Nunukan, Sabtu pagi (25/2/2017).

Lebih lanjut Laura mengatakan bahwa memang benar tanggung jawab mengelola sampah, ada dipundak pemerintah, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup. Namun Laura menambahkan bahwa sesungguhnya peran dan tanggungjawab pemerintah melalui dinas terkait, tidaklah cukup tanpa partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkunganya.

Dalam Aksi Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional kali ini, dipusatkan di bantaran dan aliran Sungai Bolong, yang merupakan salah satu sungai terbesar di Pulau Nunukan. Aksi dilakukan dengan memungut, mengumpulkan sampah yang tersebar di sepanjang sungai untuk selanjutnya dilakukan pembakaran.

Untuk aksi tersebut, panitia dari Dinas Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Nunukan,  melibatkan semua instansi di Pemkab Nunukan. Dalam aksi tersebut, turut serta  PDAM, TNI, Polri dan Komunitas Pencinta Lingkungan Hidup, seperti Generasi Hijau Nunukan (GNH) , The North Borneo Adventure (TNBA), Sispala SMU dan SMK, Oi Perbatasan, serta siswa-siswi dari berbagai SMP.

Dari Pantauan indeksberita.com, peserta aksi nampak antusias membersihkan sampah pada titik-titik yang telah ditentukan. Dan sebagian Komunitas Pencinta Lingkungan Hidup, mengadakan sosialisasi dor to dor kepada masyarakat tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Terpisah, Bupati Nunukan, Asmin Laura melalui pesan singkatnya kepada indeksberita.com, mengatakan bahwa peran serta semua lapisan untuk mewujudkan Indonesia Bebas Sampah pada tahun 2020, tentu sangat diharapkan. Dia juga sangat mengpresiasi Komunitas-Komunias Pencinta Lingkungan Hidup di Kabupaten Nunukan yang sudah mampu memberikan edukasi positif kepada masyarakat melalui aksi-aksinya selama ini.

“Untuk melihat kepedulian seseorang dalam skala luas, lihat saja bagaimana dia memperdulikan lingkungan sekitarnya. Jika seseorang sudah peduli pada alam sekitarnya, dia pasti peka dan peduli pada sesamanya”  ujar Laura.

Disinggung apakah kegiatan-kegiatan kebersihan lingkungan, berkaitan dengan keinginan Kabupaten Nunukan untuk meraih Adipura, Laura menegaskan bahwa prestasi itu hanya sebuah hadiah. Menurutnya yang terpenting adalah bagaimana caranya memberdayakan potensi yang ada dengan ikhlas, demi bangsa dan negara.

“Nunukan ini kan salah satu teras negara Indonesia. Sebelum melihat Indomesia lebih dalam, tentu negara lain akan melihat kita lebih dulu. Jika kita menampakan keindahan, keteduhan dan kedamaian, pasti bangsa dan negara lain akan terpesona dan segan terhadap Indonesia,” pungkasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR