Mati Ketawa Cara Rizieq Shihab

Tri Agus Siswowiharjo (indeksberita)

Di media sosial kini sedang ramai beredar meme dan humor tentang Habib Rizieq Shihab. Tokoh ini banyak disorot karena saat ini diduga melarikan diri atau menyembunyikan diri ke Arab Saudi, untuk menghindari panggilan polisi sebagai saksi dalam kasus chating pornografi dengan Firza Husein yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia juga ditunggu enam kasus lainnya termasuk menghina Pancasila dan Proklamator Soekarno. Pihak pendukung Rizieq Shihab tentu membantah. Ulama besar mereka tak melarikan diri melainkan sedang umrah, lalu melakukan berbagai kegiatan termasuk bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang tengah mengunjungi Arab Saudi.

Mengapa masyarakat gemar membuat meme dan humor tentang Rizeq Shihab? Menurut teori humor dari yang klasik Freud sampai Koestner, dalam humor ada unsur menertawakan orang dan itu selangkah lagi merupakan penyerangan atau penghinaan. Karena itu, meme yang berkembang tentang Rizieq Shihab adalah meme perlawanan terhadapnya. Rizieq Shihab dianggap sebagai orang yang layak dilucukan karena kelakuannya selama ini membuat publik marah, setidaknya menurut sebagian masyarakat.

Mari kita nikmati lelucon seputar pemimpin besar Front Pembela Islam itu. Pasal yang dikaitkan kepada Rizieq Shihab antara lain adalah soal pornografi. Perbuatan ini sejak dulu sangat ditentang FPI. Ini sebuah status di Facebook: “PKS dan FPI dulu paling getol golkan UU Pornografi. Kini RS kena jerat UU itu. Ini namanya: senjata makan (pisang) imam.”

Ada lagi, seorang menulis status, “Saya diprotes kawans, bandingkan Ariel dgn Rizieq itu ga ‘apple to apple’. Saya setuju, yg lebih tepat: ‘apple to banana’.”  Tentu saja status di FB ini sangat menyindir bahkan menyerang Rizieq Shihab yang dulu menyerang Ariel.

Lelucon yang seolah-olah pesan dari Ariel Noah – dengan munculnya judul-judul lagu- juga beredar di media sosial. Berikut kutipannya:

Pesan Ariel untuk Bibib:

“Lihat Langkahku’, tak ada yang bisa ‘Menghapus Jejakmu”.

Bib, meski kamu bukan ‘Sahabat’, bahkan FPI pernah demo aku, namun aku berpesan ‘Bukalah Topengmu’. Yang kamu lakukan dengan Firza adalah ‘Khayalan Tingkat Tinggi’ atau mungkin ‘Mimpi yang Sempurna”.

Bib, ‘Ada Apa Denganmu?’ Pulanglah polisi ‘Menunggumu’, hadapi masalahmu. ‘Lihat Langkahku’ meski aku dipenjara, tapi ‘Separuh Aku’ bebas. Aku terus menulis lagu dan bernyanyi. Penjara memang bukan ‘Taman Langit’, seolah waktu berjalan lambat. Tapi aku tak ‘Tertinggal Waktu’ dan tak ada ‘Masa Lalu Tertinggal’.

Bib, ‘Cobalah Mengerti’ kamu memang ‘Di atas Normal’. Tapi ingatlah bahwa ‘Tak ada yang Abadi’. Jika kamu tetap lari, berarti kamu menghadapi ‘Dilema Besar’. Janganlah ‘Melawan Dunia’ yang waras, karena tak ada yang bisa ‘Menghapus Jejakmu’.

Mengaitkan dengan kasus Ariel memang banyak dilakukan oleh netizen dalam kasus Rizieq Shihab. Seperti kita tahu, Ariel pernah dipidana lantaran beredarnya video hubungan sex antara dirinya dengan dua artis ibukota.  Ada satu status Facebook membandingkan kasus Ariel dengan Rizieq: “Sesungguhnya Rizieq Shihab lebih kekinian & milenial dibanding Ariel Noah. Ia pilih sex virtual. Tp Ariel brani hadapi hukum nyata.”

Bahkan ada yang mencoba mengungkit masa lalu Rizieq Shihab. “Dulu anti Komnas HAM, kini mengharap bingit lembaga ini. Kemarin menghujat PBB, kini akan minta perlindungan lembaga dunia itu. Saat kasus Ariel, keras menghina dan mendemonya, eh kini jadi pelaku mirip kasus Ariel. Tempo hari minta Ahok ditahan karena berpotensi melarikan diri, eh kini dia sendiri yang lari. Sebenarnya dia itu ulama yang (mengaku) dikriminalkan atau kriminal yang diulamakan?”

Tentang pelariannya ke Arab Saudi juga menjadi bahan lelucon, simak beberapa contoh:

“Bibib tak takut pulang. Cuma khawatir dlm kasus Firza yg konon 18 lekukannya identik itu berujung pd pengukuran “pisangnya”.”

“Apa beda Jalangkung dengan Rizieq Shihab? Jalangkung datang tak dijemput pulang tak diantar. Rizeiq Shihab, diundang tak datang, pulang nunggu dijemput. Sana ambil sepeda nya.

“Sinetron “Tukang Bubur Naik Haji” tayang 2.185 episode (7 sesion). Jika ada sinetron “Tukang Fitnah Umrah”, bisakah saingi TBNH?”

Kaburnya Rizieq ke Arab Saudi juga mengundang netizen berkomentar dengan berbagai sudut pandang. Ada yang menyatakan bahwa para politisi terutama yang tersangkut hukum, terutama kasus korupsi, biasanya membuat modus untuk menghindari pemeriksaan polisi atau KPK. “Modus 1: sakit. Modus 2: umrah. Modus 3: sakit saat umrah.”

Sebelum berangkat ke Arab Saudi, Rizieq juga membuat pernyataan bahwa dirinya diincar mau dibunuh oleh penembak jitu. Karena itu muncullah lelucon ini: “Rijik Sihap paling ga suka diajak ke Sumatera Utara karena takut sniper.”

Selain menyerang Rizieq Shihab, ternyata banyak juga netizen yang mengritik TNI. Mengapa TNI kini kurang tajam daya endusnya terhadap kelompok radikal. Simak salah dua status tentang TNI. “TNI diajak ke sawah naikkan produksi beras. TNI ditarik ke desa awasi p’gunaan Dana Desa. Jangan heran HTI dan FPI kian berkibar. Satu lagi, “Bahaya jika TNI tak sensitif dgn sepak terjang HTI dan FPI. Tapi malah lebih sensitif dgn selembar kaos logo palu arit.”

Akhirnya, kita bisa menilai bahwa kini banyak orang sering membuat meme dengan dua kata kunci humor dan politik. Netizen membuat meme sebagai refleksi kreatifnya. Netizen umumnya tak pikirkan bisnis. Hanya senang diapresiasi publik dengan banyaknya like dan share.

Merebaknya meme Rizieq Shihab muncul pada saat masyarakat: lebih menyukai image (tanda/gambar), mempunyai semangat berbagi, individualis tetapi sekaligus berjejaring, dan tak mementingkan orisinalitas. Meme yang paling disukai adalah yang menertawakan diri sendiri, tapi juga mentertawakan Rizieq Shihab. Nah, jika ingin meme atau status facebook dilike atau dishare banyak orang. Harus diunggah pada saat yang tepat. Saat di mana netizen sedang ramai-ramai asyik bersama gawainya. Jangan tengah malam. Jika memaksa menguploade tengah malam, paling yang like dan share hanya Rizieq Shihab karena dia ada di Arab Saudi, di sana masih sore jelang malam.

Berita paling anyar, Presiden Jokowi berkunjung ke Riyadh Arab Saudi. Apakah Jokowi akan menjemput Rizieq Shihab atau minta Arab Saudi untuk memulangkan pemimpin FPI itu? Tentu saja tidak, memangnya Rizieq sekelas Imam Khomeini (Iran) atau Ninoy Aquino (Filipina), Rizieq cuma pecundang, dibandingkan dengan Ariel saja jelas lebih hebat Ariel.

Sebagai penutup, mari kita simak kabar terakhir dari Arab Saudi. “Jokowi, Donald Trump dan Raja Salman bertemu di Riyadh Arab Saudi dalam sebuah KTT American-Arab, dihadiri 55 kepala negara. Sementara Rizieq Shihab ikut menjadi pemantau. Lewat media lokal.”

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR