Max Lane: Pemikiran Soekarno Masih Relevan

Max Lane Ph.D., dosen tamu di Fisipol UGM (Tri Agus)

Pada saat musim Ujian Tengah Semester (UTS) kampus-kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sekitar 25an mahasiswa dan aktivis hadir pada diskusi tentang pemikiran Soekarno bersama Max Lane Ph.D., dosen tamu di Fisipol UGM, di sebuah kafe di kawasan Selokan, Seturan, Yogyakarta (4/4).

Pemikiran Soekarno masih relevan hingga saat ini. Tak ada yang menyangkal peran Soekarno dengan gerakan penyadaran rakyat menuju Indonesia merdeka. Soekarno pidato dimana-mana mengajak rakyat sadar dan bangkit melawan penjajah.

Marhaenisme menurut Max bukan isme karena ada beberapa faktor yang belum terpenuhi sebagai isme. Marhaenisme yang disebut sebagai Marxisme yang diterapkan di Indonesia, oleh sebagian orang Australia, sering dikatakan sebagai komunisme malu-malu.

Diskusi Pemikiran Soekarno (4/4/2018) di Saturan Yogyakarta (Foto Tri Agus)
Diskusi Pemikiran Soekarno (4/4/2018) di Saturan Yogyakarta (Foto Tri Agus)

Bagi Max yang asal Australia ini, karya Soekarno yang belum tuntas ialah tentang Character Building bangsa Indonesia. Soal perannya dalam politik luar negeri tak diragukan lagi. Soekarno mampu membentuk Poros baru dunia di luar kubu Amerika Serikat dan Uni Sovyet. Bahkan kemudian Bung Karno membagi dunia menjadi dua. Negara-negara tua dan negara-negara yang sedang bangkit. Uniknya Soekarno memasukkan juga rakyat Amerika Serikat (terutama kulit hitam) yang sedang menuntut persamaan hak politik. Juga rakyat di Eropa yang mulai menentang kolonialisme.

Tentang gaya Soekarno apakah masih relevan karena kini media sangat masif, Max menjelaskan bahwa cara Soekarno berorasi bukan semata gaya tetapi itu cara berkomunikasi mengajak rakyat agar sadar tentang hak-haknya dan menjadi bagian dari gerakan menuju merdeka. Era saat ini mungkin masih ada pemimpin dengan gaya Soekarno yaitu Chavez.

Bedanya Bung Karno cenderung membuat rakyat tergantung padanya seperti ada istilah penyambung lidah rakyat. Sementara Chavez selalu mengatakan jangan bergantung kepada saya karena saya tak selamanya ada. Bergantunglah pada dirimu sendiri.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR