Media Sosial Menjadi Sarana Kelompok Teroris Menjalankan Aksinya

Sestama BNPT Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara mengatakan bahwa saat ini Kelompok Teroris sangat aktif melakukan aksinya lewat media elektronik, Rabu (1 8/10/2017) . Foto : BNPT

Yogyakarta – Perkembangan teknologi dan informasi (IT) yang sangat pesat akhir-akhir ini, disamping menyebarkan informasi dan sosialisasi, ternyata media sosial menjadi sarana kelompok teroris untuk menjakankan aksinya.  Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPT Mayjen TNI R. Gautama Wiranegara saat mewakili Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH pada acara Public Lecture Pencegahan Terorisme di Dunia Maya di aula Sabang Merauke Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta, Rabu (18/10/2017)

Gautama mengungkapkan, Pelaku terorisme selama ini sangat pintar dalam memainkan aksi mereka menggunakan media, baik media massa maupun media sosial. Bahkan Gautama menuturkan bahwa saat ini telah terjadi simbiosis mutulaisme kelompok teroris dan media.

“Baik sadar maupun tidak, sekarang ini telah terjadi simbiosis mutulaisme kelompok teroris dan media. Mereka menggunakan media untuk menimbulkan kesan ketakutan, mempolarisasi pendapat umum pro dan kontra, sedangkan media mengambil keuntungan menjadikan terorisme sebagai nilai berita, eksklusif, dan meningkatkan rating,” ungkapnya.

Menurut Gautama, perkembangan IT berupa teknologi internet juga menimbulkan paradigma baru di media. Awalnya hanya ada media cetak dan elektronik, kini berkembang dengan munculnya media berbasis internet. Ia menilai keberadaan internet di satu sisi memberi kemajuan, tapi di sisi lain berdampak buruk.

Gautama juga mengungkapkan , saat ini para pelaku teror akan dengan mudah mengkapanyekan pra aksi dan pasca aksinya karenan mereka telah telah terjalin dalam kelompok yang disebut sebagai cyber terrorism dan terhubung secara global.

Selain itu , ungkap Gautama, kelompok teroris juga saat ini aktif memberikan informasi tentang kegiatan mereka. Baik proses perekrutan secara langsung maupun tidak langsung di medsos . Serta kampenye melakui meme,tulisan dan postingan di media sosial.

“Ini tantangan yang kita hadapi bersama. Karena itu, BNPT telah menjalankan banyak program penanggulangan terorisme dengan melakukan sinergi dengan berbagai lembaga dan kementerian terkait,”tegas Gautama.

Dengan cara tersebut, Gautama menjelaskan akan terbentuk kesamaan visi dalam menghadapi ancaman terorisme sehingga dapat terjadi sinergitas yang kokoh antara BNPT dengan lembaga dan masyarakat.

“Saya juga berharap juga berharap para peserta public lecture bisa berperan aktif, sesuai bidang keahlian masing-masing dalam membantu pemerintah menanggulangi terorisme,” tandasnya.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR