Megawati Hadiri Perayaan 2 Abad Kebun Raya Bogor 

Megawati saat tiba di Kebun Raya Bogor pukul 09.00 WIB, Kamis (18/5/2017).

Hari ini, Kamis (18/5/2017), Kebun Raya Bogor (KRB) tepat berusia 2 abad. Peringatan hari jadi yang ke-200 tahun ini, dihadiri Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati Soekanoputri. Presiden ke-5 RI ini duduk di barisan paling depan, Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, dan Menkominfo, Rudiantara di KRB.

Perayaan dua abad Kebun Raya Bogor diisi dengan berbagai kegiatan selain penandatanganan prasasti dan peluncuran prangko, seperti Pameran Perkebunrayaan selama empat hari (18-21 Mei 2017), KRB 200K Run pada 20-21 Mei, Kegiatan Pendidikan Lingkungan (19-21 Me), sepeda santai dua abad KRB (20 Agustus 2017), seminar internasional, festival seni dan budaya, Harmoni dalam Seni Lomba Fotografi Kebun Raya, lomba olahraga antarkebun raya.

Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya yang dibacakan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengatakan, pemerintah daerah di Indonesia perlu membangun kebun raya di daerah masing-masing, khususnya yang di luar Pulau Jawa.

“Sebab kebun raya bukan cuma tempat konservasi tanaman endemik, riset, dan pengembangan tumbuhan, tapi juga pusat pendidikan keluarga untuk mengenalkan tanaman kepada anak-anak kita,” kata Teten membacakan pidato Presiden Jokowi.

KRB yang sudah berusia 200 tahun, sambungnya, merupakan awal perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

“Kita berharap Kebun Raya Bogor terus tumbuh sebagai pusat konservasi tumbuhan di Indonesia. Jenis tanaman kita sangat kaya dan banyak yang langka, sehingga ini menjadi tugas kebun-kebun raya di Indonesia untuk mengoleksi tanaman endemik, langka, dan punya nilai komersial tinggi,” kata Presiden RI.

Saat ini, KRB merupakan pusat penelitian dan pusat konservasi luar kawasan tumbuhan terbesar di Indonesia. Selain itu, KRB yang memiliki luas sekitar 87 hektare, dengan koleksi tumbuhan 12.531 spesimen yang dikelompokkan ke dalam 3.228 jenis, 1.210 marga, dan 214 suku merupakan kebun raya tertua di Asia Tenggara.

Berkaitan dengan hari jadinya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga meluncurkan perangko seri khusus kekayaan anggrek Indonesia. Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Didik Widyatmoko menyampaikan, perangko seri anggrek ini merupakan lanjutan dari perangko Negara Kesatuan RI dalam Puspa, yang digagas oleh Megawati Soekarno Putri saat meresmikan Griya Anggrek di Kebun Raya Bogor pada 2002 silam. Sebanyak 34 jenis anggrek dari seluruh Indonesia dibuat dalam bentuk perangko. Jenis anggrek yang dijadikan perangko dipilih berdasarkan asal atau areal distribusinya serta keberadaan anggrek tersebut di Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya Bogor memang dikenal dengan koleksi anggreknya. Salah satu yang menjadi kebanggaan KRB yakni anggrek raksasa (Grammatophyllum speciosum). Tanaman tersebut terdaftar dalam Guinness Book of World Records sebagai anggrek tertinggi di dunia karena bisa mencapai tinggi 7,62 meter. Anggrek lain yang juga menjadi andalan yakni anggrek ekor tikus.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR