Membaca Dominasi Partai Politik Jelang Pilgub Jawa Timur 2018

Ilustrasi Kemungkinan Bakal Calon Gubernur dalam Pilgub Jawa Timur

Dinamika pemilihan kepala daerah di Jawa Timur beberapa bulan terakhir sudah mulai terasa. Kendati pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur itu akan berlangsung 27 Juni 2018 mendatang. Partai politik pun sudah mulai mengatur strategi, sambil menyiapkan calon yang diusung.

Partai politik yang sudah menyatakan mengusung calon adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Melalui forum pertemuan ulama di pesantren Lirboyo dan Genggong Probolinggo pada Rabu 24 Mei 2017. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini, sudah menyatakan mengusung Saifullah Yusuf.

Semula partai peraih 20 kursi di legislatif Provinsi Jawa Timur ini, pernah menyatakan akan menghusung Ketua DPW PKB Abdul Halim Iskandar. Namun peta politik berubah, Muhamin justru meminta kakak kandungnya itu bersikap legowo menerima keputusan para kiai.

Setelah mengikuti Musyawarah Kubro Ulama dan Kiai se Jawa Timur di Pondok pesantren Progresif Bumi Sholawat di Desa Lebo Kecamatan Kota Sidoarjo pada 25 Mei 2017. Muhaimin mengatakan, seluruh kiai di Jawa Timur menyatakan kompak, meminta supaya PKB mencalonkan satu nama dalam pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 mendatang.

“Dua nama yang awalnya menyebut Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Ketua DPW PKB Abdul Halim Iskandar. Kemudian mengerucut supaya DPW PKB Jawa Timur mengusung Saifullah Yusuf sebagai calon gubernur, dan Pak Halim dengan lega, legowo menerima apa yang menjadi amanah kiai,” kata Muhaimin seperti dikutip detik.com.

Selanjutnya partai politik yang memenuhi persyartan mengusung calon sendiri,  PDI Perjuangan. Karena partai pimpinan Megawati Soekarno Putri ini dalam pemilu 2014 lalu,  memperoleh 19 kursi di legislatif Provinsi Jawa Timur. Resmi partai berlambang banteng moncong putih ini, telah membuka pendaftaran bagi bakal calon gubernur.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sri Untari menyebut, partainya secara resmi telah membuka pendaftaran bakal calon gubernur, Kamis, 1 Juni 2017 kemarin. PDI Perjuangan pun memberi peluang kepada pendaftar dari luar kader pertai.

“Seperti Gus Ipul, juga sudah mendaftar pada awal pembukaan pendaftaran, “ kata Untari yang juga mengatakan selain Saifullah Yusuf ada juga kader PDI Perjuangan, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi, juga mengambil formulir sebagai calon wakil gubernur.

Peta Perolehan Suara Parpol di Jawa TimurPeta Perolehan Suara Parpol di Jawa Timur

Sebagaimana terjadi, Saifullah Yusuf yang selama ini intens mengenalkan diri ke khalayak Jawa Timur tentang pencalonannya. Setelah PKB menyatakan mencalonkan dirinya sebagai gubernur Jawa Timur. Ia juga mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPD PDI Perjungan Jalan Kendangsari, Surabaya, Kamis, 1 Juni 2017.

Menurut Sri Untari, jika nanti Saifullah Yusuf diusung PDI Perjungan, tentunya akan mengusung calon gubernur dan wakil gubernur dari kombinasi nahdlyin dan nasionalis.

“Saya kira sampai sekarang kombinasi pemimpin di Jawa Timur dari masa ke masa adalah merah-hijau. Ini saling melengkapi dan bagian dari harmonisasi kepemimpinan Jawa Timur,” jelas Untari.

Sejumlah partai lain dalam waktu dekat, tak menutup kemungkinan segera menyebut bakal calon gubernur yang akan diusung. Kendati dalam pencalonan mereka harus melakukan koalisi. Sebagaimana dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor : 9 tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Atas PKPU Nomor 9 tahun 2015 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Peraturan tersebut, merupakan syarat utama bagi partai politik yang ingin mengusung calon gubernur sendiri. Mereka harus memiliki jumlah perolehan kursi di DPRD di daerah pilkada sebanyak 20 persen. Atau partai politik yang punya 25 persen dari akumulasi suara sah dalam pemilihan legislatif terakhir.

Selain PKB dan PDI Perjungaan yang memang sudah bisa mengusung calon sendiri. Sebut saja Partai Gerindra dan Partai Demokrat yang memperoleh 13 kursi di legislatif Provinsi Jawa Timur. Sementara Partai Golkar 11 kursi; PAN 7 kursi; PKS 6 kursi; dan PPP 5 kursi; serta NasDem dan Hanura, masing-masing 4 dan 2 kursi.

Tentang sosok calon, kendati nama Saifullah Yusuf unggul di berbagi lembaga survei. Namun masih ada nama-nama lain yang membayangi debut pencalonannya. Nama-nama yang cukup dikenal dan  sudah mulai dilirik oleh banyak parpol. Seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, hingga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Bahkan sebuah lembaga survei The Inisiative Institute pernah menempatkan ada tiga tokoh yang bakal bersaing ketat dalam pemilihan gubernur 2018 mendatang. Selain Saifullah Yusuf, ada Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam survei yang dilakukan The Inisiative Institute dalam bulan Maret 2017, Saifullah Yusuf popularitasnya tertinggi dengan 82,8 persen. Disusul Khofifah dengan selisih tipis, yakni 81,4 persen. Sedangkan menempati urutan ketiga, Tri Rismaharini dengan 75,4 persen.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR